Heboh! Ratusan Karung Limbah Misterius di Bangkalan Bikin Mata Perih dan Tenggorokan Sakit

Heboh! Ratusan Karung Limbah Misterius di Bangkalan Bikin Mata Perih dan Tenggorokan Sakit

Nasional | inews | Rabu, 4 November 2026 - 13:05
share

BANGKALAN, iNews.id - Ratusan karung berisi material yang diduga limbah menumpuk di area lapangan pacuan kuda, Kelurahan Kemayoran, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Tumpukan tersebut mengeluarkan bau menyengat hingga dikeluhkan warga karena lokasinya berdekatan dengan permukiman.

Berdasarkan rekaman video amatir warga, ratusan karung berisi material tersebut terlihat menumpuk di area terbuka. Tidak jauh dari lokasi, sebuah buldoser tampak membuat lubang yang diduga akan digunakan untuk mengubur limbah tersebut.

Aroma menyengat dari tumpukan karung bahkan tercium hingga ke kawasan perkampungan dan perumahan di sekitar lokasi. Warga menduga material tersebut mengandung bahan kimia karena baunya menyebabkan mata terasa perih dan tenggorokan sakit.

Warga juga mengaku melihat asap keluar dari tumpukan material saat terkena tetesan air hujan. Kondisi itu menambah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak limbah tersebut bagi kesehatan dan lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan telah menerima laporan dan pengaduan warga. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan.

Namun, pemeriksaan belum sampai pada pengujian laboratorium untuk memastikan jenis material tersebut. DLH mengaku terkendala keterbatasan anggaran untuk melakukan pengujian.

Kabid Penataan DLH Kabupaten Bangkalan, Lily Rosliah mengatakan, telah menindaklanjuti pengaduan warga dengan memeriksa kondisi di lokasi. 

Menurutnya, pengujian laboratorium diperlukan untuk memastikan apakah material tersebut termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) atau bukan.

"Setelah ada pengaduan kepada DLH, harus ada tindak lanjut. Karena itu, kami melakukan verifikasi lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya. Namun, saat itu pemilik lahan langsung membersihkan area tersebut sehingga kami persilakan," ujar Lily.

Dia menjelaskan, sesuai prosedur, petugas seharusnya memastikan terlebih dahulu jenis material melalui pengujian laboratorium. Namun, DLH Bangkalan belum memiliki anggaran untuk keperluan tersebut.

"Kami memang belum memiliki anggaran untuk pengujian laboratorium. Karena itu, kami kemungkinan akan mengajukan bantuan kepada pemerintah provinsi atau Kementerian Lingkungan Hidup," katanya.

DLH Bangkalan juga telah menghubungi pemilik lahan dan meminta agar tumpukan material tersebut dipindahkan dari sekitar permukiman warga. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan DLH Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Topik Menarik