Pemilu AS: Hampir 59 Juta Warga Nyoblos Lebih Dulu termasuk Trump
WASHINGTON, iNews.id - Hampir 59 juta warga Amerika Serikat telah memberikan suara lebih awal dalam pemilu paruh waktu AS tahun ini. Pelaksanaan pemungutan suara utama secara nasional berlangsung pada Selasa (3/11/2026).
Data Election Lab Universitas Florida mengungkap, lebih dari setengah warga yang memilih lebih dulu, memberikan suara secara langsung ke TPS-TPS, termasuk Presiden Donald Trump yang "mencoblos" pada 24 Oktober lalu di West Palm Beach, Florida.
Sistem pemantauan mencatat sekitar 59 juta suara yang diberikan lebih awal secara nasional hingga Selasa pagi, terdiri atas sekitar 31,9 juta suara diberikan secara langsung dan 27,1 juta dikirim melalui pos.
Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan pemilu paruh waktu pada 2022, yakni sekitar 45,9 juta warga memberikan suara lebih awal.
Sistem pemantauan mencakup data tingkat negara bagian mengenai pemungutan suara secara langsung maupun melalui pos, serta demografi pemilih dan afiliasi partai politik.
Angka-angka tersebut tidak mengungkap pilihan pemilih karena surat suara baru akan dihitung pada 3 November, meski beberapa negara bagian mengizinkan penghitungan surat suara dilakukan lebih awal.
Data afiliasi partai politik juga hanya tersedia di negara bagian yang mencatat afiliasi politik pemilih. Dengan demikian, angka-angka tersebut belum memberikan gambaran menyeluruh mengenai partisipasi berdasarkan afiliasi partai di tingkat nasional.
Pemungutan suara lebih awal menjadi praktik yang semakin lazim dalam pemilu di AS, memungkinkan pemilih untuk memberikan suara secara langsung sebelum hari H atau mengirim surat suara melalui pos, tergantung pada peraturan di masing-masing negara bagian.
Warga AS akan memilih 435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan 35 senator, serta pejabat di tingkat negara bagian dan daerah.










