Solskjaer Bongkar Sisi Gelap Carrick, Singgung Sisi Iblis untuk Selamatkan MU
MANCHESTER, iNews.id - Michael Carrick disebut memiliki sisi kejam yang bisa menjadi senjata untuk menyelamatkan Manchester United dari keterpurukan. Hal itu diungkapkan mantan pelatih Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer, yang menilai rekannya tersebut punya karakter lebih keras daripada yang selama ini terlihat oleh publik.
Solskjaer bahkan menyebut Carrick memiliki sosok ‘iblis’ di dalam dirinya. Menurut pelatih asal Norwegia itu, karakter tersebut bisa menjadi modal penting bagi Carrick untuk membawa Manchester United keluar dari periode sulit.
Carrick kini berada dalam tekanan besar menyusul catatan buruk Manchester United pada musim ini. Dia diperkirakan sulit mempertahankan posisinya hingga melewati jeda internasional setelah membawa klub mencatatkan awal musim liga terburuk dalam 40 tahun terakhir.
“Michael memiliki semua yang dibutuhkan untuk membawa klub itu maju. Kalian tidak melihat sisi iblis dalam dirinya. Namun, dia memilikinya dan begitu juga saya! Kami sangat mirip," kata Solskjaer dikutip dari The Sun.
“Dia orang yang tepat. Dia memahami klub, memahami para penggemar, dan mengetahui apa yang dibutuhkan. Mungkin tidak banyak orang yang berpikir saya akan menjadi pelatih sepak bola, setidaknya menjadi manajer Manchester United. Mungkin banyak orang juga berpikir hal yang sama tentang Michael Carrick,” ujarnya.
Dukungan Solskjaer muncul ketika Carrick menghadapi situasi yang semakin sulit. Manchester United tercatat tidak pernah menang dalam sembilan pertandingan terakhir di seluruh kompetisi. Rentetan hasil tersebut menjadi catatan terburuk klub dalam 38 tahun.
Situasi itu membuat masa depan Carrick terus dipertanyakan. Sebelumnya, SunSport mengungkapkan Manchester United sudah mengambil keputusan untuk memecat Carrick setelah kekalahan 0-2 dari Chelsea pada Sabtu.
Namun, manajemen klub belum menemukan sosok pengganti yang dianggap tepat. Upaya mendekati pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, maupun manajer Aston Villa, Unai Emery, disebut menemui kendala.
Solskjaer Akui Masih Ingin Kembali ke Manchester United
Hasil Latihan Moto3 Jepang 2026: Tampil Impresif, Veda Ega Pratama Amankan Posisi Delapan Besar!
Di tengah situasi tersebut, Solskjaer juga berbicara mengenai kemungkinan kembali menangani Manchester United. Dia menegaskan tidak sedang berusaha merebut pekerjaan Carrick, tetapi tidak menutup pintu jika suatu saat klub kembali membutuhkan jasanya.
“Saya merasa masih memiliki urusan yang belum selesai. Tentu akan menyenangkan jika mendapat kesempatan lagi,” ujar Solskjaer kepada TV2.
“Jika Michael bekerja dengan baik selama sepuluh tahun dan kemudian memutuskan berhenti, lalu mereka bertanya apakah saya bisa menangani tim selama dua bulan, tentu saya tidak akan menolak.
“Saya sudah berada di klub itu selama 18-19 tahun, jadi klub tersebut merupakan bagian dari keluarga. Namun, itu bukan sesuatu yang sedang saya pikirkan.
“Saya merindukannya, tentu saja. Saya bisa membayangkan berada di sana selamanya, tetapi hidup terus berjalan. Itu merupakan periode yang sangat istimewa,” katanya.
Solskjaer bukan sosok asing bagi Manchester United. Dia pernah memperkuat klub selama 11 musim dan mempersembahkan 10 trofi utama. Setelah itu, dia dipercaya menjadi manajer selama tiga tahun sebelum dipecat pada November 2021.
Pemecatan tersebut terjadi ketika Manchester United berada di posisi ketujuh klasemen Liga Inggris. Saat itu, Setan Merah juga sedang mengalami periode buruk dengan hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan liga.
Sebelum Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara pada Januari, Solskjaer ternyata sempat melakukan pembicaraan dengan jajaran petinggi Manchester United. Carrick kemudian mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun pada Mei untuk menangani tim secara permanen.
Solskjaer mengungkapkan pembicaraan dengan manajemen klub saat itu berlangsung tanpa negosiasi kontrak. Dia juga tidak mengajukan tuntutan khusus dan justru memberikan masukan mengenai sosok yang dibutuhkan Manchester United.
“Tidak ada satu pun dari kami yang sangat berambisi mendapatkan pekerjaan itu. Kami mungkin bersedia jika mereka meminta. Saat itu, ada pembicaraan mengenai posisi pelatih sementara hingga akhir musim.
“Ketika berbicara dengan Manchester United, saya juga memuji Michael. Saya mengatakan, ‘Jika kalian memilih dia, kalian akan mendapatkan orang yang baik.’ Dia juga melakukan hal yang sama kepada saya."
“Saya melakukan pembicaraan yang menyenangkan dengan Jason Wilcox dan Omar Berrada. Kami tidak membicarakan durasi kontrak atau hal semacam itu. Saya menawarkan diri jika dibutuhkan dan tidak mengajukan tuntutan apa pun.
“Saya memberikan masukan mengenai hal-hal yang dibutuhkan klub untuk berkembang. Itu hanya satu pembicaraan singkat yang kami lakukan. Tidak ada negosiasi.
“Kembali ke sesuatu yang sudah pernah terjadi tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Ya, saya sudah menyiapkan semuanya, tetapi saya tidak berpikir pekerjaan itu akan berlangsung lebih lama dari musim panas. Mungkin memang sudah waktunya orang lain mencoba,” tutur Solskjaer.
Pernyataan tersebut memperlihatkan hubungan baik Solskjaer dan Carrick, meski keduanya pernah menjadi kandidat untuk menangani Manchester United. Solskjaer bahkan secara terbuka memberikan dukungan kepada Carrick di tengah tekanan besar yang sedang dihadapi mantan gelandang Setan Merah tersebut.









