Detik-Detik Banjir Lahar Semeru Terjang Lumajang, Aktivitas Tambang Pasir Diminta Dihentikan

Detik-Detik Banjir Lahar Semeru Terjang Lumajang, Aktivitas Tambang Pasir Diminta Dihentikan

Terkini | inews | Senin, 2 November 2026 - 13:28
share


LUMAJANG, iNews.id – Banjir lahar hujan Gunung Semeru kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, setelah hujan deras mengguyur kawasan puncak gunung, Senin (2/11/2026). Derasnya aliran air bercampur material vulkanik menyebabkan tanggul sungai di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, jebol.

Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat aktivitas getaran banjir lahar berlangsung selama enam jam tanpa henti. Berdasarkan laporan periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, getaran banjir tercatat memiliki amplitudo maksimum 65 milimeter dengan durasi mencapai 21.600 detik atau enam jam.

Derasnya aliran lahar juga dilaporkan mendekati permukiman warga. Selain menyebabkan tanggul jebol, banjir lahar tersebut mengakibatkan Jembatan Limpas di wilayah Tempursari tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.

Tingginya intensitas hujan dan meningkatnya debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) Semeru menjadi faktor yang meningkatkan ancaman banjir lahar di kawasan tersebut.

Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut tebal saat aktivitas banjir lahar berlangsung. Kondisi cuaca di sekitar pos pengamatan dilaporkan hujan disertai angin lemah yang mengarah ke barat dan barat laut. Suhu udara berkisar 19 hingga 21 derajat Celsius.

Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari Gunung Semeru.

Selain itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rekomendasi keselamatan dan menghindari kawasan rawan bencana.

Di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Larangan juga berlaku di sepanjang aliran sungai hingga jarak 17 kilometer dari puncak, dengan batas 500 meter dari tepi sungai. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.

Selain itu, masyarakat maupun wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran batu pijar.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai saat hujan deras mengguyur kawasan hulu. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi banjir lahar susulan yang dapat mengancam permukiman dan akses transportasi warga.

Topik Menarik