Marquez Singgung Rivalitas Panas dengan Rossi, Ogah Gunakan Media Jadi Senjata

Marquez Singgung Rivalitas Panas dengan Rossi, Ogah Gunakan Media Jadi Senjata

Olahraga | inews | Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:00
share

KUALA LUMPUR, iNews.id - Marc Marquez menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan media untuk menyerang orang lain, meski dia mengakui media bisa dimanfaatkan demi kepentingannya sendiri. Pernyataan juara dunia MotoGP tersebut kembali mengingatkan publik pada perseteruannya dengan Valentino Rossi yang memuncak di Sepang pada 2015.

Dalam wawancara dengan Autosport yang diterbitkan pada 22 Oktober, Marquez menjelaskan prinsipnya dalam menyikapi pengaruh media. Dia menilai kekuatan tersebut merupakan sesuatu yang diperoleh melalui tindakan dan reputasi yang dibangun selama bertahun-tahun.

“Tentu saja, jika Anda memiliki kekuatan itu, berarti Anda telah melakukan hal-hal dengan cara yang baik di masa lalu, bukan pada masa sekarang,” kata Marc Marquez dikutip dari Crash.

Pembalap asal Spanyol tersebut mengakui dirinya bisa menggunakan media untuk kepentingan pribadi. Namun, dia membedakan pemanfaatan media untuk menjaga situasi tetap terkendali dengan menjadikannya alat untuk menjatuhkan pihak lain.

“Tetapi saya tidak akan pernah menggunakan kekuatan media untuk menyerang seseorang.”

Marquez kemudian menjelaskan dirinya pernah memanfaatkan media demi keuntungannya sendiri. Dia menyebut kepentingan tersebut tidak selalu berkaitan dengan keuntungan mental ataupun finansial, melainkan juga untuk menjaga ketenangan.

“Saya akan mengatakan, mungkin saya akan menggunakan media untuk keuntungan saya, dan saya sudah menggunakannya untuk keuntungan saya. Saya tidak akan mengatakan keuntungan mental atau keuntungan ekonomi, maksud saya hanya untuk keuntungan saya, untuk mencoba tetap tenang.”

“Tetapi tidak pernah untuk menyerang seseorang.”

Konflik Marc Marquez dan Valentino Rossi di Sepang 2015

Pernyataan Marquez memiliki latar belakang panjang dalam rivalitas MotoGP, terutama konflik dengan Rossi pada 2015. Perseteruan keduanya memanas setelah Rossi menuduh Marquez berusaha membantu Jorge Lorenzo mengalahkan pembalap Italia tersebut dalam perebutan gelar juara dunia.

Tuduhan itu muncul menjelang balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang. Marquez kemudian terlibat pertarungan sengit dengan Rossi dalam balapan tersebut sebelum keduanya bersenggolan dan Marquez terjatuh. Insiden itu memicu kontroversi besar di dunia MotoGP.

Rossi mendapat tambahan poin penalti pada lisensinya akibat insiden tersebut. Akumulasi penalti membuat dia harus memulai balapan terakhir di Valencia dari posisi paling belakang, sedangkan Lorenzo memulai lomba dari posisi terdepan.

Rossi berhasil memperbaiki posisinya hingga finis keempat di Valencia. Namun, Lorenzo memenangi balapan dan memastikan gelar juara dunia MotoGP 2015, sementara Rossi gagal meraih gelar kesepuluh yang dia incar.

Perseteruan itu juga berlanjut pada 2018 ketika Marquez dan Rossi kembali terlibat insiden di Argentina. Kali ini, kontak yang memicu kecelakaan Rossi terjadi setelah Marquez bersenggolan dengan pembalap Yamaha tersebut.

Dalam konferensi pers setelah insiden itu, Marquez sempat mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Rossi. Namun, Rossi menolak uluran tangan tersebut, memperlihatkan betapa panasnya hubungan kedua pembalap saat itu.

Rossi pensiun dari MotoGP enam tahun setelah insiden Sepang 2015. Meski sudah meninggalkan kompetisi, dia masih pernah membicarakan kejadian tersebut dengan nada kecewa karena merasa insiden itu turut menggagalkan peluangnya meraih gelar juara dunia kesepuluh.

Marquez Hadapi Jorge Martin Jelang MotoGP Malaysia

Wawancara Marquez dengan Autosport dipublikasikan beberapa hari sebelum dia memenangi balapan Sprint MotoGP Australia. Dalam lomba tersebut, Marquez terlibat duel selama beberapa putaran dengan Jorge Martin sebelum pembalap Aprilia itu terjatuh di Tikungan 8.

Kecelakaan tersebut membuat Martin mengalami patah tulang pergelangan tangan. Kondisi itu menimbulkan keraguan mengenai kebugarannya menjelang MotoGP Malaysia yang berlangsung akhir pekan ini.

Martin juga menghadapi tantangan dalam perebutan gelar karena masih tertinggal 10 poin dari Marquez. Situasi tersebut membuat kondisi fisik Martin menjadi faktor penting dalam persaingan mereka pada seri berikutnya.

Di tengah persaingan di lintasan, pernyataan Marquez menunjukkan batas yang ingin dia pertahankan dalam memanfaatkan pengaruh media. Dia mengakui media dapat memberi keuntungan, tetapi menegaskan tidak ingin menggunakannya sebagai senjata untuk menyerang rival.

Topik Menarik