BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6,2 Guncang Laut Banda Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6,2 Guncang Laut Banda Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Nasional | inews | Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:09
share

JAKARTA, iNews.id – Gempa bumi cukup kuat mengguncang wilayah Laut Banda, Maluku, pada Kamis (29/10/2026) pukul 05.06 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa ini memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo M6,2.

BMKG mencatat episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,34° LS dan 130,48° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 203 km arah barat laut Tanimbar, Maluku, dengan kedalaman hiposenter 164 km.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto memastikan berdasarkan hasil pemodelan matematika, bencana gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng (intraslab) di Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser turun (oblique normal)," ujar Dr. Wijayanto dalam keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).

Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa bumi ini dirasakan cukup luas hingga ke provinsi tetangga dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berat berlalu). Wilayah yang merasakan guncangan meliputi Banda Naira (Maluku), Tanimbar (Maluku), Kaimana (Papua Barat), dan Sorong (Papua Barat Daya). 

Hingga pukul 05.30 WIB, hasil pemantauan dan monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau berita hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.

Topik Menarik