BMKG Deteksi Potensi Siklonik Baru di Laut Utara Aceh: Waspada Hujan Sedang hingga Lebat

BMKG Deteksi Potensi Siklonik Baru di Laut Utara Aceh: Waspada Hujan Sedang hingga Lebat

Terkini | inews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:24
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi potensi pembentukan sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman, utara Aceh, mulai 27 Oktober 2026. Berdasarkan pemodelan cuaca, peluang penguatan sistem tersebut masih rendah dalam 24 jam ke depan.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, sirkulasi siklonik tersebut berpotensi membentuk daerah konvergensi atau pertemuan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. Kondisi ini dapat meningkatkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatera bagian utara.

“Sirkulasi ini berpotensi membentuk daerah konvergensi atau pertemuan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan peluang hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatera bagian utara,” ujar Guswanto dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Dia mengatakan, dalam dua hingga tiga hari ke depan, sirkulasi siklonik tersebut berpotensi berkembang dan bergerak ke arah barat hingga barat laut, semakin menjauhi wilayah Indonesia. Meski demikian, sistem tersebut masih dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi yang meningkatkan peluang hujan di sebagian wilayah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

“Meski demikian, sistem ini masih dapat mendukung pembentukan daerah konvergensi yang meningkatkan peluang hujan di sebagian Aceh dan Sumatra Utara,” ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG akan terus memantau perkembangan sirkulasi siklonik di sekitar Laut Andaman dalam sepekan ke depan. Pemantauan dilakukan melalui analisis terpadu terhadap data pengamatan, citra satelit, dan dinamika atmosfer terkini.

Apabila terdeteksi perkembangan signifikan yang berpotensi memengaruhi wilayah Indonesia, BMKG akan menyampaikan pembaruan informasi melalui kanal resminya.

Guswanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Dia meminta masyarakat menjadikan peringatan dini cuaca sebagai salah satu acuan dalam mengambil langkah antisipasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem. Kenali kondisi lingkungan sekitar, tingkatkan kewaspadaan ketika hujan lebat berlangsung, dan ikuti arahan pihak berwenang apabila kondisi cuaca berpotensi membahayakan. Pastikan informasi yang diterima bersumber dari kanal resmi BMKG agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi secara tepat,” pungkasnya.

Topik Menarik