Percasi Tetapkan Jakarta Tuan Rumah Kejurnas Catur 2027, Liga Nasional Segera Bergulir

Percasi Tetapkan Jakarta Tuan Rumah Kejurnas Catur 2027, Liga Nasional Segera Bergulir

Olahraga | inews | Senin, 26 Oktober 2026 - 15:00
share

SERANG, iNews.id - Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) menyiapkan agenda besar untuk mengembangkan olahraga catur nasional pada 2027, mulai dari penetapan Jakarta sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-52 hingga rencana menggulirkan Liga Catur Nasional pada April 2027.

Sejumlah keputusan strategis tersebut menjadi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Percasi ke-46 Tahun 2026 di Hotel Le Dian, Serang, Sabtu (24/10/2026).

Rakernas yang diikuti perwakilan 32 dari total 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi itu juga membahas langkah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerataan kesempatan atlet daerah menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan tersebut.

Keputusan menetapkan Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas Catur ke-52 sekaligus Rakernas Percasi ke-47 pada 2027 menjadi bagian dari agenda organisasi untuk menjaga kesinambungan kompetisi nasional. Selain menetapkan lokasi penyelenggaraan, PB Percasi membahas sistem kualifikasi PON, pengembangan kompetisi profesional, hingga pembenahan tata kelola organisasi.

Sidang Rakernas dipimpin Pandapotan Sinaga sebagai pemimpin sidang, didampingi Ahmad Ramadhan sebagai ketua, Khairul Munadi sebagai wakil ketua, serta Nanang Pujalaksana sebagai sekretaris. Agus Santoso dan Ilham Bustomi turut bertugas sebagai wakil sekretaris selama pelaksanaan rapat.

Pandapotan menilai Rakernas Percasi 2026 berlangsung kondusif dan menghasilkan sejumlah keputusan penting bagi pembinaan catur nasional. Hasil rapat tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk mempersiapkan atlet menuju PON 2028 sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi di berbagai daerah.

“Rakernas kali ini berlangsung sangat kondusif, humanis, dan humoris, serta menghasilkan keputusan penting yang siap dijalankan untuk kepentingan PON dan Kejurnas,” kata Pandapotan Sinaga dalam keterangannya.

Dia menambahkan, sistem prakualifikasi PON berbasis zona menjadi salah satu keputusan utama untuk memperluas kesempatan atlet dari berbagai wilayah Indonesia.

“Salah satu keputusan utamanya adalah pemerataan peserta PON melalui sistem prakualifikasi berbasis zona, agar jangkauannya menyentuh seluruh warga masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Penerapan zonasi diharapkan membuka peluang lebih luas bagi atlet dari berbagai provinsi untuk memperebutkan tiket PON 2028. Sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pembinaan, sehingga perkembangan catur tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Liga Catur Nasional Ditargetkan Mulai April 2027

Selain mempersiapkan PON 2028, Rakernas Percasi ke-46 membahas rencana pembentukan Liga Catur Nasional sesuai arahan Ketua Umum PB Percasi, Agustiar Sabran. Kompetisi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk membangun ekosistem catur yang lebih profesional sekaligus memperluas persebaran klub di Indonesia.

Nanang Pujalaksana menjelaskan, konsep awal liga telah diperkenalkan kepada para Pengprov dalam Rakernas 2026. Pengurus menerima berbagai masukan yang akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan kompetisi tersebut.

“Dalam Rakernas kali ini, pengurus mengintroduksi usulan konsep Liga Catur Nasional kepada Pengprov. Berbagai masukan dan usulan perbaikan diterima,” ujar Nanang Pujalaksana.

PB Percasi selanjutnya akan menyusun kembali konsep dan regulasi Liga Catur Nasional dengan mempertimbangkan masukan dari Pengprov. Setelah rancangan diperbaiki, aturan penyelenggaraan liga akan disosialisasikan kembali kepada seluruh anggota sebelum kompetisi dijalankan.

Liga Catur Nasional direncanakan mulai bergulir pada April 2027. Pada tahap awal, kompetisi tersebut berpeluang menggunakan satu divisi. Dalam pengembangan berikutnya, Percasi berharap liga memiliki dua tingkatan, yakni Liga Pratama dan Liga Utama.

Pandapotan menegaskan, pembentukan liga tidak sekadar berorientasi pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan catur yang lebih profesional.

“Liga Catur ini dirancang untuk membangun catur sebagai olahraga profesional yang dikelola secara profesional. Diharapkan ke depannya akan lahir klub-klub di berbagai daerah sehingga penyebaran catur tidak hanya terpusat di Pulau Jawa,” ujar Pandapotan.

Lima Keputusan Utama dan Tujuh Rekomendasi Rakernas Percasi 2026

Rakernas Percasi ke-46 turut mengesahkan sejumlah keputusan organisasi yang berkaitan dengan pertanggungjawaban pengurus, pengakuan prestasi pemain, persiapan PON, dan agenda kompetisi nasional.

Berikut lima keputusan utama Rakernas Percasi 2026:

1. Menerima laporan pertanggungjawaban kegiatan Percasi periode Mei 2025 hingga Oktober 2026 serta menugaskan pendokumentasian kerja pengurus PB Percasi masa bakti 2026–2030.
2. Mengesahkan gelar pemain tingkat nasional hasil Kejurnas Catur ke-50 Tahun 2025 di Mamuju.
3. Menetapkan zonasi babak kualifikasi PON 2028 NTB–NTT beserta rincian kelolosan provinsi.
4. Menetapkan tuan rumah babak kualifikasi PON 2028 NTB–NTT.
5. Menetapkan Daerah Khusus Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas Catur ke-52 Tahun 2027 dan Rakernas Percasi ke-47 Tahun 2027.

Selain keputusan tersebut, Rakernas Percasi 2026 menghasilkan tujuh rekomendasi untuk memperkuat pembinaan, tata kelola, dan pengembangan olahraga catur nasional.

Pertama, meningkatkan proporsi catur agar lebih menarik minat masyarakat. Kedua, memperbaiki sejumlah pasal dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar aturan perkumpulan menjadi lebih tegas.

Ketiga, meminta PB Percasi mendorong agar catur kembali dipertandingkan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Keempat, membentuk atau mempertimbangkan pembentukan Komisi Disiplin dengan sanksi lebih tegas, termasuk untuk menangani pemain yang melakukan pengaturan hasil pertandingan atau match fixing.

Kelima, menyelenggarakan Liga Catur Nasional dengan catatan regulasinya harus diperbaiki dan dilengkapi. Keenam, menginstruksikan pembuatan surat resmi kepada Pengprov untuk menyusun basis data wasit yang dapat diakses melalui situs web resmi baru PB Percasi.

Ketujuh, mengusulkan penambahan jumlah medali cabang olahraga catur pada PON 2028 NTB–NTT. Rekomendasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing atlet sekaligus memperkuat posisi catur dalam agenda olahraga nasional.

Dengan ditetapkannya Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas Catur 2027 dan disiapkannya Liga Catur Nasional, Percasi memiliki sejumlah agenda penting untuk dituntaskan pada tahun depan. Penyempurnaan regulasi, pelaksanaan kualifikasi PON berbasis zona, serta pengembangan kompetisi antarklub akan menjadi bagian penting dari langkah organisasi menuju PON 2028.

Topik Menarik