Hasil Liga Italia: AC Milan Makin Ganas, Juventus Bangkit dari Keterpurukan!

Hasil Liga Italia: AC Milan Makin Ganas, Juventus Bangkit dari Keterpurukan!

Olahraga | inews | Senin, 26 Oktober 2026 - 05:15
share

UDINE, iNews.id – Hasil Liga Italia 2026-2027 menghadirkan kemenangan penting bagi AC Milan dan Juventus pada giornata kedelapan, Senin (26/10/2026) dini hari WIB. Kedua raksasa Serie A tersebut sama-sama menang 2-0 atas lawan masing-masing, sekaligus memperketat persaingan papan atas klasemen.

AC Milan sukses memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi delapan pertandingan setelah menundukkan Udinese di Stadion Friuli. Rossoneri mencatat awal musim tanpa kekalahan dalam delapan laga pertama Serie A untuk kali pertama sejak 2021.

Juventus juga mendapatkan hasil yang sangat dibutuhkan setelah melewati periode sulit. Tim asuhan Luciano Spalletti mengalahkan Lecce 2-0 di Stadion Via del Mare berkat gol Weston McKennie dan Douglas Luiz pada babak pertama.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Juventus dalam tiga pertandingan terakhir Liga Italia. Tambahan tiga poin membawa Bianconeri naik ke posisi ketujuh dengan koleksi 14 angka, setara dengan Frosinone yang menempati peringkat keenam.


AC Milan Bungkam Udinese, Pulisic dan Hutchinson Jadi Penentu

AC Milan tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan ketajamannya. Christian Pulisic membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan enam menit setelah memanfaatkan umpan tendangan bebas cepat Luka Modric.

Gelandang veteran asal Kroasia itu mengirimkan bola melewati barisan pertahanan Udinese. Pulisic berhasil lolos dari jebakan offside sebelum melepaskan penyelesaian akurat ke sudut bawah gawang Maduka Okoye.

Gol cepat tersebut menjadi pukulan bagi Udinese yang datang ke pertandingan dengan catatan lima kekalahan beruntun di Serie A. Rentetan hasil buruk itu merupakan yang pertama dialami tim asuhan Kosta Runjaic sejak 2018.

Meski tertinggal, Udinese tidak menyerah begitu saja. Hassane Kamara mencoba mencetak gol melalui tendangan dari jarak sekitar 25 yard atau 23 meter, tetapi Mike Maignan mampu menggagalkan peluang tersebut.

Di sisi lain, Fikayo Tomori menyia-nyiakan kesempatan memperbesar keunggulan Milan. Tembakan bek asal Inggris itu melebar dari sasaran sehingga skor tetap 1-0.

Udinese terus memberikan tekanan melalui percobaan Mergim Vojvoda dan Jesper Karlstrom. Maignan kembali menunjukkan ketangguhannya dengan menggagalkan sejumlah tembakan jarak jauh yang dilepaskan pemain tuan rumah.

Namun, serangan Udinese kerap kehilangan efektivitas ketika memasuki sepertiga akhir lapangan. Minimnya umpan silang ke kotak penalti membuat sejumlah peluang gagal berkembang menjadi ancaman yang lebih berbahaya.

Memasuki babak kedua, Udinese kembali mencoba mengejar ketertinggalan. Vojvoda melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi bola melenceng dari gawang Milan.

Rossoneri kemudian mengambil alih momentum pertandingan. Pulisic sempat mendapatkan peluang mencetak gol kedua, namun tembakannya dari sudut sempit berhasil ditepis Okoye.

AC Milan akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-65 melalui Omari Hutchinson. Gol tersebut berawal dari tembakan mendatar Ardon Jashari yang ditepis Okoye, tetapi bola muntah langsung disambar Hutchinson dari jarak dekat.

Gol itu menjadi torehan perdana Hutchinson bersama AC Milan. Keunggulan dua gol membuat tim asuhan Ruben Amorim semakin nyaman mengendalikan pertandingan.

Milan bahkan nyaris mencetak gol ketiga ketika Goncalo Ramos melepaskan tembakan dari jarak sangat dekat. Namun, Okoye melakukan penyelamatan luar biasa dengan menepis bola hingga membentur mistar gawang.

Udinese masih berusaha memberikan perlawanan melalui Keinan Davis. Maignan kembali mampu mengamankan gawangnya, sementara pemain debutan Serie A, Giulio Vinciati, gagal memaksimalkan peluang setelah tembakannya melebar dari tiang jauh.

Hingga pertandingan berakhir, skor 2-0 untuk kemenangan AC Milan tidak berubah. Rossoneri sekaligus menghindari hasil imbang tandang keempat secara beruntun dan berhasil masuk ke zona kualifikasi Liga Champions.

Sebaliknya, Udinese semakin tertekan di papan bawah. Mereka hanya berada di luar zona degradasi berkat keunggulan selisih gol dan kini telah menelan empat kekalahan kandang beruntun dari Milan dalam pertemuan kedua tim di Stadion Friuli.


Juventus Akhirnya Bangkit, Douglas Luiz Jadi Bintang Kemenangan

Sementara itu, Juventus mengakhiri periode tanpa kemenangan dengan menundukkan Lecce 2-0. Hasil tersebut menjadi kabar positif bagi Luciano Spalletti yang mendapat tekanan setelah timnya kalah menyakitkan dari Lazio pada pertandingan sebelumnya.

Juventus sebenarnya memiliki modal statistik menguntungkan sebelum menghadapi Lecce. Bianconeri belum pernah kalah dalam 12 pertemuan terakhir kedua tim dan mampu melanjutkan dominasi tersebut.

Pada awal pertandingan, Juventus lebih banyak menguasai bola. Namun, serangan mereka belum cukup tajam untuk membongkar pertahanan Lecce yang tampil disiplin.

Kebuntuan pecah pada menit ke-29 melalui skema bola mati. Douglas Luiz mengeksekusi tendangan bebas dengan cepat dan mengirimkan bola melewati pertahanan tuan rumah.

Weston McKennie membaca pergerakan bola dengan tepat sebelum menyambarnya dari jarak dekat. Gol tersebut membuat Juventus unggul 1-0 sekaligus memperpanjang catatan Lecce yang selalu kebobolan dalam empat pertandingan kandang musim ini.

Lecce kesulitan mengembangkan permainan setelah tertinggal. Juventus memanfaatkan situasi tersebut untuk terus menekan hingga akhirnya mencetak gol kedua pada menit ke-41.

Kali ini, Douglas Luiz berganti peran menjadi pencetak gol. Gelandang asal Brasil itu menerima umpan Federico Gatti sebelum melepaskan tembakan keras dan terarah dari tepi kotak penalti yang tidak mampu dihentikan Wladimiro Falcone.

Keunggulan 2-0 bertahan hingga turun minum. Lecce belum mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang babak pertama sehingga pelatih Eusebio Di Francesco melakukan dua pergantian pemain saat jeda.

Perubahan tersebut membuat permainan Lecce sedikit membaik. Tuan rumah mulai mendapatkan ruang untuk menyerang dan memaksa kiper Juventus, Guglielmo Vicario, melakukan penyelamatan.

Meski demikian, peluang yang diciptakan Lecce belum cukup berbahaya untuk mengubah keadaan. Juventus memilih bermain lebih terkendali sambil menjaga keunggulan dua gol.

Situasi semakin sulit bagi Lecce menjelang pertandingan berakhir. Kialonda Gaspar menerima kartu kuning kedua pada masa tambahan waktu babak kedua sehingga tuan rumah harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Juventus akhirnya memastikan kemenangan 2-0 sekaligus memperpanjang dominasi atas Lecce. Dalam 21 pertemuan terakhir kedua tim di Serie A, Lecce hanya mampu meraih satu kemenangan, lima hasil imbang, dan menelan 15 kekalahan.

Tambahan tiga poin mengangkat Juventus ke posisi ketujuh klasemen Liga Italia. Sementara itu, Lecce tetap berada di urutan ke-12 setelah hanya mampu memenangi dua dari delapan pertandingan kandang terakhir.

Kemenangan Juventus dan AC Milan membuat persaingan Liga Italia semakin menarik. Milan terus menjaga konsistensi dalam perebutan posisi papan atas, sedangkan Juventus berusaha memanfaatkan hasil positif ini sebagai titik awal kebangkitan setelah melewati periode sulit.


Hasil Lengkap Liga Italia 2026-2027 – Giornata 8

Senin (26/10/2026)

Udinese 0
AC Milan 2

Lecce 0
Juventus 2

Minggu (25/10/2026)

Atalanta 4
Frosinone 4

Genoa 1
Venezia 0

Inter Milan 2
Fiorentina 1

Lazio 2
Parma 1


Sabtu (24/10/2026)

Napoli 3
AS Roma 3

Cagliari 0
Bologna 2

Como 2
Sassuolo 0

Torino 3
Monza 2

Topik Menarik