Progres Flyover Latumenten 83 Persen, Anggota DPRD DKI: Target Awal 2027 Beroperasi

Progres Flyover Latumenten 83 Persen, Anggota DPRD DKI: Target Awal 2027 Beroperasi

Terkini | inews | Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:53
share

JAKARTA, iNews.id - Pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, telah mencapai 83 persen. Proyek yang ditargetkan rampung pada Desember 2026 itu diharapkan mulai beroperasi pada Januari 2027.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan pada Kamis (22/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres proyek sesuai dengan laporan kontraktor dan target yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

"Hari ini saya memonitor langsung pembangunan Flyover Latumenten, Jakarta Barat. Saya dapat laporan bahwa pembangunannya sudah mencapai 83 persen, makanya langsung saya cek benar atau tidaknya," ujar Kenneth dalam keterangannya, dikutip Minggu (25/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Kenneth memeriksa sejumlah bagian flyover yang memiliki panjang total 800 meter. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu juga mencocokkan laporan progres pembangunan dari kontraktor dengan kondisi di lapangan.

“Tentunya secara teori kan saya sebagai anggota Dewan enggak boleh percaya begitu saja ya. Nah, pada saat kita cek di lapangan secara teknis dan lain-lain, ternyata sudah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kontraktor,” tutur pria yang akrab disapa Bang Kent itu.

Meski progres pembangunan telah mencapai 83 persen, Kenneth mengingatkan kontraktor agar tetap bekerja sesuai target. Berdasarkan instruksi Pramono, pembangunan Flyover Latumenten ditargetkan rampung pada Desember 2026.

“Masih ada sisa dua bulan lagi, saya harap bisa selesai sesuai target ya. Jadi, Tahun Baru nanti atau Januari 2027 bisa dibuka untuk umum dan beroperasi,” tegasnya.

Terkait kendala pembangunan, Kenneth mengungkapkan kontraktor sempat mengeluhkan keterbatasan ruang kerja di lokasi proyek. Namun, berdasarkan hasil peninjauannya, belum ditemukan kendala signifikan yang berpotensi menghambat penyelesaian pembangunan.

Dia juga menilai kemacetan di sekitar lokasi proyek mulai terurai dalam beberapa waktu terakhir.

“Kendala yang dihadapi itu kontur yang terlalu sempit, tapi sampai detik ini saya lihat tidak ada masalah yang signifikan ya. Lalu, yang sempat dikeluhkan itu macet, tapi kita lihat belakangan ini sudah mulai terurai lah macetnya,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.

Selain diharapkan mengurangi kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api, Flyover Latumenten akan dilengkapi fasilitas publik untuk menunjang mobilitas masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi halte TransJakarta dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dilengkapi empat unit lift, termasuk untuk memudahkan akses bagi penyandang disabilitas.

Kenneth menegaskan akan terus mengawasi pembangunan agar proyek tersebut selesai tepat waktu dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat Jakarta Barat.

"Saya akan terus mengawal pembangunan Flyover Latumenten tersebut agar bisa selesai tepat waktu dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Dan saya berharap proyek tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam mengurangi kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api di kawasan Latumenten, Jakarta Barat ini," pungkasnya.

Sementara itu, Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya, mengatakan masyarakat telah lama menantikan penyelesaian pembangunan Flyover Latumenten. Keberadaan flyover tersebut dinilai penting karena perlintasan sebidang kereta api di kawasan itu kerap menghambat aktivitas warga dan memicu kemacetan panjang.

“Warga telah menantikan realisasi pembangunan Flyover Latumenten ini sejak lama. Maka dari itu, warga mengucapkan terima kasih kepada Pak Kenneth dan Pemprov DKI Jakarta,” tutur Raditian.

Antusiasme juga disampaikan Ema, warga RT 13 RW 11, Kelurahan Jelambar. Dia mengaku senang dengan pembangunan flyover yang diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan di sekitar perlintasan kereta api.

“Sudah lama kami menunggu (Flyover Latumenten)ini. Ketika Pak Kenneth hadir, langsung cepat dibangun. Alhamdulillah, kami bangga dan senang,” tutup Ema.

Topik Menarik