Viral Foto Menkes Budi Pakai Tabung Oksigen di Kalteng, Begini Faktanya
JAKARTA, iNews.id - Foto Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menggunakan tabung oksigen saat berkunjung ke Kalimantan Tengah (Kalteng) viral di media sosial. Foto tersebut ramai diperbincangkan setelah disertai narasi yang menyebut Budi tidak kuat menghadapi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski belum 24 jam berada di wilayah tersebut.
Menkes Budi pun angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar. Dia membenarkan foto tersebut, tetapi menegaskan narasi yang menyebut dirinya mengalami sesak napas akibat asap karhutla tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Melalui akun Instagram pribadinya, Budi mengunggah video lengkap kunjungannya ke Kalteng. Dalam video itu, dia terlihat mendatangi Rumah Oksigen Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Bus Oksigen di Palangka Raya.
Saat berada di Rumah Oksigen MDMC, Budi tampak duduk sambil menggunakan fasilitas oksigen. Namun, dia menjelaskan bahwa dirinya mencoba fasilitas tersebut untuk merasakan langsung manfaatnya, bukan karena mengalami gangguan pernapasan.
"Saya sendiri coba, jauh lebih enak seger saturasi oksigen saya naik," kata Budi dalam video tersebut, dikutip Minggu (25/10/2026).
Dalam keterangan unggahannya, Budi kembali menegaskan bahwa foto yang beredar memang benar, tetapi narasi yang menyertainya tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.
"Fotonya memang benar, namun narasi yang beredar itu tidak benar. Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu, saya juga terbantu dengan menggunakan masker KN95 selama kunjungan berlangsung dan saya hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi menunjukkan fasilitas Rumah Oksigen seperti yang terekam di video ini," katanya.
Budi menjelaskan, kunjungannya bertujuan memperkenalkan fasilitas Rumah Oksigen MDMC dan Bus Oksigen yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng. Kedua fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Dia juga mengunjungi Bus Oksigen yang menyediakan tabung oksigen, terutama bagi relawan dan petugas pemadam kebakaran yang terpapar polusi udara saat bertugas memadamkan api.
"Tabung oksigen diberikan kepada yang membutuhkan, terutama relawan yang memadamkan api, mereka yang terekspose banyak polusi yang tinggi. Mereka perlu untuk kita buat sehat," ujar Budi.
Menurut dia, masyarakat yang mulai mengalami sesak napas akibat paparan asap perlu segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan atau Rumah Oksigen terdekat.
"Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat. Ruangan ini disaring ketat pakai HEPA. Kalian cukup duduk istirahat, beri waktu paru-paru bernapas lebih lega, dan nikmati udara dengan konsentrasi oksigen 100. Ada tenaga kesehatan yang memantau, dan jika butuh penanganan lebih, akan langsung dirujuk ke rumah sakit," katanya.
Selain Rumah Oksigen, Pemprov Kalteng juga menyiapkan Bus Oksigen keliling untuk membantu masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas tersebut.
Budi menekankan, fasilitas oksigen juga penting bagi relawan pemadam kebakaran yang berisiko terpapar polusi dalam konsentrasi tinggi selama bertugas.
"Untuk yang sulit menjangkau lokasi, Pemprov Kalteng sudah menyiapkan Bus Oksigen keliling. Tabung oksigen murni ini sangat krusial, terutama bagi relawan pemadam api yang saturasinya sering drop di bawah 90 akibat polusi tinggi. Jangan tunggu sampai parah, kalau ada yang mengeluh sesak, langsung arahkan ke fasilitas oksigen terdekat," pungkasnya.
Klarifikasi tersebut sekaligus menjelaskan konteks foto yang viral. Budi menyebut penggunaan oksigen saat kunjungan merupakan bagian dari upayanya memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk membantu penanganan dampak paparan asap karhutla.









