MUI Ingatkan Bahaya Pornografi hingga Narkoba di Ruang Digital, Anak Harus Dilindungi
JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan pentingnya perlindungan anak di ruang digital dari berbagai ancaman, mulai dari pornografi, kekerasan, perundungan, hingga potensi paparan narkoba. Orang tua dan guru diminta meningkatkan pendampingan serta membekali anak dengan kemampuan menyaring informasi di media sosial.
Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Siti Ma’rifah, menekankan perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Siti Ma’rifah, media sosial memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini dan pola pikir masyarakat. Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan pendampingan agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan terhindar dari konten berbahaya.
“Media sosial, digital memegang peran penting di dalam membangun opini, membangun mindset orang, sehingga oleh karena itu anak-anak kita harus kita lindungi,” ujar Siti dikutip dari laman MUI, Minggu (25/10/2026).
Dia menegaskan, perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada keluarga. Ayah, ibu, guru, pemerintah, dan regulator memiliki peran dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.
Siti Ma’rifah mengingatkan ancaman di ruang digital tidak hanya berupa konten pornografi dan kekerasan, tetapi juga perundungan (bullying) serta potensi keterpaparan terhadap informasi atau jaringan yang berkaitan dengan narkoba.
Menurutnya, pemerintah dan regulator perlu mengambil langkah untuk menangani situs maupun konten yang membahayakan anak.
“Tidak ada lagi situs-situs yang membahayakan anak, ya, baik itu pornografi, pornoaksi, maupun juga kekerasan,” tegasnya.
Selain pengawasan, orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak agar mereka memahami risiko saat mengakses internet. Pendampingan tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan gawai, tetapi juga harus disertai edukasi tentang cara mengenali konten tidak pantas, memilah informasi, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: Timnas Malaysia vs Bangladesh, Timnas Indonesia Jamu Singapura!
Siti Ma’rifah juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai agama di lingkungan keluarga dan sekolah. Pendidikan agama diharapkan menjadi landasan moral bagi anak ketika menghadapi beragam informasi dan pengaruh di ruang digital.
Anak juga perlu dibekali kemampuan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Dalam perspektif Islam, prinsip tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi menjadi salah satu pedoman penting untuk membangun perilaku digital yang bertanggung jawab.
“Tidak boleh men-share sebelum menyaring,” katanya.










