Selain Jepang dan China, RI Bidik Afrika hingga Timur Tengah untuk Ekspor Perikanan

Selain Jepang dan China, RI Bidik Afrika hingga Timur Tengah untuk Ekspor Perikanan

Terkini | inews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:18
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membidik Afrika dan Timur Tengah sebagai pasar baru ekspor produk perikanan Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memperluas pasar ekspor di luar negara tujuan utama seperti Jepang, China, Amerika Serikat (AS) dan kawasan Eropa.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDS PKP), KKP Yudi Nurul Ihsan mengatakan, pasar tradisional tersebut tetap menjadi andalan ekspor perikanan nasional. Namun, pemerintah juga mulai mengincar pasar potensial lainnya untuk meningkatkan nilai ekspor.

"Jadi target kita negara-negara seperti Jepang, China, Eropa, Amerika, itu tetap menjadi unggulan. Kemudian kita tambahkan sekarang Afrika sama Timur Tengah, itu juga menjadi target produk-produk kelautan perikanan kita," kata Yudi, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Perluasan pasar tersebut sejalan dengan target KKP untuk meningkatkan nilai ekspor produk perikanan Indonesia hingga menembus 10 miliar dolar AS. Saat ini, nilai ekspor perikanan nasional masih berada di kisaran 6 miliar dolar AS.

Yudi menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor perikanan melalui penguatan daya saing produk di pasar internasional.

"Kita punya target. Pertama, nilai ekspor perikanan kita harus naik dua kali lipat. Sekarang kan sekitar USD6 sekian miliar ya. Kalau dua kali lipat jadi di atas USD10 miliar," ujar Yudi.

Untuk mencapai target tersebut, KKP akan memperkuat standardisasi produk perikanan nasional. Menurut Yudi, masih banyak pelaku usaha yang menghasilkan berbagai inovasi produk, tetapi belum memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan untuk memasuki pasar ekspor.

"Kita punya potensi karena ternyata setelah saya lihat, para pelaku usaha itu punya banyak inovasi. Cuma tadi belum terstandarisasi yang baik. Tugas kita untuk melakukan standarisasi yang baik sehingga nanti punya kualitas untuk ekspor," katanya.

Topik Menarik