Ditarget 7, Indonesia Raih 14 Emas Asian Para Games 2026, Erick Thohir: Bikin Bangga!
NAGOYA, iNews.id – Indonesia berhasil menggandakan target medali emas Asian Para Games 2026 setelah mengumpulkan 14 emas hingga Jumat (23/10/2026) malam WIB. Pencapaian tersebut membuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bangga dengan perjuangan atlet Merah Putih yang terus mendulang prestasi meski target awal sudah terlampaui.
Kontingen Indonesia kini menempati posisi kedelapan klasemen sementara Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Total 71 medali telah dikumpulkan, terdiri atas 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu.
Hasil tersebut melampaui target pemerintah yang sebelumnya menetapkan tujuh medali emas. Bahkan, Indonesia berhasil mencapai 200 persen dari target awal setelah menambah empat emas pada pertandingan Jumat (23/10/2026).
Empat medali emas tambahan berasal dari dua cabang olahraga, yakni para bulu tangkis dan para atletik. Tiga emas disumbangkan para bulu tangkis, sedangkan satu lainnya dipersembahkan pelari Partin Muhlisin.
Indonesia Borong 4 Emas, Erick Thohir Puji Mentalitas Juara
Leo/Daniel Siap Tempur Lawan China di Final Asian Games 2026, Indonesia Bidik Emas Bulutangkis Putra
Pasangan Leani Ratri Oktila/Hikmat Ramdani membuka tambahan emas Indonesia dari nomor ganda campuran klasifikasi SL3-SU5. Keduanya berhasil mengalahkan wakil India, Tulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar, pada pertandingan final.
Medali emas berikutnya datang dari pasangan Rina Marlina/Subhan yang tampil di nomor ganda campuran SH6. Mereka sukses menundukkan pasangan China, Lin Shuangbao/Zheng Qingtao.
Sementara itu, Suryo Nugroho/Muh Al Imran melengkapi keberhasilan para bulu tangkis setelah menjuarai nomor ganda putra SL3-SU5. Pasangan Indonesia tersebut mengalahkan wakil Korea Selatan, Shin Kyung Hwan/Cho Nadan.
Emas ke-14 Indonesia kemudian dipersembahkan Partin Muhlisin dari cabang para atletik. Pelari asal Magelang, Jawa Tengah, itu menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter putra T63 dengan catatan waktu 12,37 detik sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games.
Keberhasilan para atlet tersebut mendapat apresiasi dari Erick Thohir. Dia menilai perjuangan kontingen Indonesia menunjukkan semangat tinggi untuk terus meraih prestasi meskipun target pemerintah sudah berhasil dilewati.
"Dari target tujuh emas yang kita tetapkan, sekarang kita sudah melampauinya. Saya bangga dengan semangat juang para atlet kita. Mereka tidak berhenti ketika target tercapai, tetapi terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata Erick dikutip dari keterangan resmi Kemenpora.
Erick menilai keberhasilan tersebut mencerminkan mentalitas juara para atlet Indonesia. Dia juga menyoroti besarnya potensi atlet disabilitas Tanah Air untuk bersaing dan mencetak prestasi di tingkat internasional.
"Ini menunjukkan mentalitas juara yang harus terus kita jaga. Keberhasilan ini juga semakin membuktikan bahwa atlet-atlet disabilitas Indonesia memiliki potensi luar biasa dan layak mendapatkan dukungan serta kesempatan yang sama untuk terus berprestasi," tegas Erick.
Pemerintah Harus Terus Dampingi Atlet
Selama berada di Nagoya, Erick turut mengunjungi sejumlah arena pertandingan untuk memberikan dukungan langsung kepada kontingen Indonesia.
Dia menegaskan kehadiran pemerintah tidak boleh sebatas menetapkan target medali atau memberikan apresiasi setelah atlet berhasil naik podium. Pendampingan juga harus dilakukan sepanjang proses persiapan hingga pertandingan.
Bukan Sekadar Menang! John Herdman Ingin Kembalikan Identitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
"Para atlet sudah menjalani latihan panjang, menghadapi berbagai tantangan, dan sekarang berjuang membawa nama bangsa. Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya hadir saat memberikan target atau ketika medali sudah diraih," tutur Erick.
Menurut Erick, keberhasilan atlet Indonesia merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Dukungan pemerintah, Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia, tim Ketua Kontingen atau Chef de Mission (CdM), pelatih, serta masyarakat memiliki peran penting dalam perjalanan para atlet.
"Kita harus hadir bersama mereka dalam proses perjuangannya. Saya ingin para atlet merasakan bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Ada pemerintah, ada NPC, ada CdM, dan seluruh rakyat Indonesia yang mendukung mereka," pungkasnya.
Pencapaian 14 medali emas menjadi hasil penting bagi Indonesia yang sebelumnya hanya menargetkan tujuh emas. Kontingen Merah Putih juga berhasil menjaga posisi di delapan besar klasemen sementara Asian Para Games 2026.
Peluang menambah koleksi medali masih terbuka pada hari terakhir pertandingan, Sabtu (24/10/2026). Sejumlah atlet Indonesia dijadwalkan kembali berjuang dalam beberapa cabang olahraga, termasuk para panahan dan boccia.
Dengan total 71 medali hingga Jumat malam, Indonesia berkesempatan memperbaiki pencapaiannya sebelum Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 resmi berakhir.










