IHSG Anjlok 10,76 Persen, Dasco dan Rosan Datangi Gedung BEI
JAKARTA, iNews.id – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026), sekitar pukul 13.00 WIB. Kedatangan ketiganya menjadi sorotan karena berlangsung di tengah gejolak pasar saham Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt.
Setibanya di Gedung BEI, Dasco dan Rosan langsung menuju lantai atas untuk menemui jajaran direksi Bursa Efek Indonesia.
Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG tercatat anjlok 10,76 persen ke level 5.233. Sebelumnya, pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, indeks juga sudah tertekan 8,01 persen ke level 5.393.
Penurunan tajam tersebut membuat BEI memberlakukan trading halt atau penghentian sementara aktivitas perdagangan saham.
Sesuai ketentuan yang berlaku, trading halt dilakukan selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lebih dari 8 persen.
Sepanjang perdagangan sesi pertama, IHSG bergerak pada rentang level tertinggi 5.404 dan terendah 5.193. Volume transaksi tercatat mencapai 37,9 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,3 triliun.
Frekuensi perdagangan mencapai 1,3 juta kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp9,3 triliun.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 15 saham yang menguat. Sebanyak 809 saham melemah, sedangkan 139 saham lainnya stagnan.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan. Bank of India Indonesia (BSWD) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, yakni sebesar 25 persen.
Posisi berikutnya ditempati Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) yang menguat 24,93 persen, disusul Bank Guna Timur Raya (TRUK) yang naik 24,81 persen.
Sebaliknya, VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) menjadi salah satu saham dengan penurunan terdalam atau top losers, yakni sebesar 15 persen. Penurunan serupa dialami Super Bank Indonesia (SUPA) yang melemah 15 persen, sedangkan Wilton Makmur Indonesia (SQMA) turun 15 persen.
Tekanan jual juga terjadi di seluruh sektor saham. Sektor bahan baku mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 12,96 persen, diikuti sektor energi yang turun 12,21 persen dan sektor infrastruktur yang terkoreksi 12,13 persen.
Sektor industri melemah 10,79 persen, sektor kesehatan turun 10,42 persen, sedangkan sektor siklikal terkoreksi 10,15 persen.
Adapun sektor non-siklikal turun 9,70 persen, sektor properti melemah 9,37 persen, dan sektor transportasi terkoreksi 9,45 persen.
Sementara itu, sektor teknologi turun 8,32 persen dan sektor keuangan melemah 8,22 persen.









