Momen Prajurit TNI AL dan Tentara Australia Mendarat di Situbondo, Rebut Sasaran di Pantai

Momen Prajurit TNI AL dan Tentara Australia Mendarat di Situbondo, Rebut Sasaran di Pantai

Terkini | inews | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 08:09
share

JAKARTA, iNews.id - TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama Angkatan Bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF) melakukan demonstrasi operasi pendaratan amfibi dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026. Pendaratan berlangsung di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).

Demonstrasi tersebut digelar untuk memperkuat sinergi dan kerja sama pertahanan Indonesia-Australia, sekaligus meningkatkan kesiapan operasional serta kemampuan prajurit kedua negara dalam menjalankan operasi gabungan.

Latihan diawali dengan penyusupan unsur laut (surface insertion) dan pengintaian yang melibatkan KRI Sultan Iskandar Muda-367 serta tiga kapal perang Australia, yakni HMAS Choules, HMAS Stalwart dan HMAS Perth.

Tahap berikutnya melibatkan Detasemen Intai Amfibi (Denipam) Marinir, Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) TNI AL, dan Maritime Tactical Operations (MTO) ADF. Mereka melaksanakan pembersihan pantai (beach clearance) untuk mempersiapkan lokasi pendaratan pasukan.

Operasi kemudian dilanjutkan dengan dukungan udara melalui misi Close Air Support (CAS). Dua pesawat Super Tucano EMB-314 milik TNI Angkatan Udara dan tiga pesawat PC-21 milik Royal Australian Air Force (RAAF) dikerahkan dalam tahapan tersebut.

Dengan dukungan udara itu, pasukan pendarat bergerak menggunakan kapal pendarat dan perahu karet untuk merebut dua sasaran tumpuan pantai.

"Pelaksanaan demonstrasi pendaratan amfibi dalam Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, menguji kesiapan operasional, serta memperkuat interoperabilitas antara TNI dan ADF dalam melaksanakan operasi gabungan," tulis keterangan Dispenal, Jumat (16/10/2026).

TNI AL berharap, Indonesia dan Australia dapat memperkuat diplomasi militer sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik. Latihan tersebut juga sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

Topik Menarik