Kabut Asap Karhutla Selimuti IKN, Istana Garuda Nyaris Tak Terlihat
BALIKPAPAN, iNews.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Asap tebal menyamarkan bangunan-bangunan ikonik di pusat pemerintahan.
Pantauan di lokasi, Istana Garuda dan kompleks perkantoran aparatur sipil negara (ASN) tampak samar, sementara Masjid Negara yang berjarak sekitar lima kilometer nyaris tak terlihat dari kejauhan.
Pemandangan tersebut terlihat dari kawasan glamping IKN pada Rabu (14/10/2026). Asap yang menyelimuti langit Nusantara mengurangi jarak pandang dan memengaruhi kualitas udara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, kondisi tersebut sebagai salah satu situasi kabut asap terparah sejak kawasan ibu kota baru terdampak karhutla. Meski demikian, dia memastikan aktivitas di lingkungan Otorita IKN masih berlangsung.
“Masih bisa beraktivitas,” kata Basuki dikutip dari iNews Balikpapan.
Dia menjelaskan, indeks kualitas udara di kawasan tersebut berada pada kisaran 130–150 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Menurut dia, kondisi pada Rabu relatif lebih baik dibandingkan sehari sebelumnya ketika asap terlihat lebih pekat.
“Indeksnya sekitar 130-150 mikrogram per meter kubik (µg/m³) sekarang. Tapi kan sekarang agak tipis, kemarin tebal. Kemarin agak tebal, tapi saya kira masih oke kita pakai, di sini masih bisa beraktivitas,” ujarnya.
Meski kegiatan pemerintahan belum terganggu secara keseluruhan, Basuki mengingatkan pentingnya langkah antisipasi di tengah kondisi udara tersebut. Dia mengaku tetap menggunakan masker, begitu pula keluarganya, untuk mengurangi paparan asap.
Sementara itu, Otorita IKN berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara di Balikpapan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah deliniasi IKN. Salah satu upaya yang dilakukan yakni operasi water bombing, yaitu pemadaman api menggunakan siraman air dari udara.
Penanganan tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan titik kebakaran sekaligus mengurangi kepulan asap yang menyelimuti kawasan pusat pemerintahan. Kondisi kualitas udara dan jarak pandang pun menjadi perhatian di tengah upaya penanganan karhutla di ibu kota baru.










