Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab Blackout Batam, Singgung Petir dan Kelelawar

Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab Blackout Batam, Singgung Petir dan Kelelawar

Terkini | inews | Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:44
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkap dugaan penyebab pemadaman listrik atau blackout yang melanda Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (12/10/2026). Gangguan tersebut diduga dipicu sejumlah persoalan teknis pada jaringan listrik, termasuk sambaran petir dan kemungkinan adanya hewan yang terkena jaringan.

Bahlil mengatakan, perbaikan dan pemeliharaan jaringan listrik perlu dilakukan lebih intensif agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

"Ini kan saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan apa namanya? Perbaikan yang lebih intensif lagi, agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat beberapa persoalan teknis yang menyebabkan gangguan listrik di Batam. Salah satunya berkaitan dengan jaringan yang mengalami gangguan akibat petir.

"Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam itu. Ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka (PLN) ya, dan ada kesalahan teknislah," ujarnya.

Selain petir dan kesalahan teknis, Bahlil menyebut kemungkinan adanya hewan yang terkena jaringan listrik. Namun, dia tidak merinci hasil pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebab gangguan tersebut.

"Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena, kelelawar atau apa," jelas Bahlil.

Diketahui, blackout di Batam pada Senin (12/10/2026) dilaporkan berlangsung lebih dari 15 jam. Gangguan yang mulai terjadi sekitar pukul 06.20 WIB itu berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat.

Pemadaman menghambat kegiatan rumah tangga, komunikasi, perdagangan, hingga mobilitas warga. Sejumlah layanan dasar juga dilaporkan terganggu, termasuk pasokan air bersih dan koneksi internet.

Topik Menarik