MNC Peduli Dukung Pameran Little Hands, Big Heart: Kenalkan Pertolongan Pertama kepada Anak
JAKARTA, iNews.id - Mengenalkan anak pada pertolongan pertama dan kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak harus dilakukan melalui pelajaran yang serius. Lewat permainan interaktif, anak-anak justru bisa belajar mengenali situasi darurat, memahami pentingnya kesehatan, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.
Pendekatan tersebut dihadirkan melalui pameran edukasi interaktif bertajuk 'Little Hands, Big Heart' yang berlangsung di KiN Space, SCBD Park, Jakarta Selatan, pada 14 Oktober hingga 1 Desember 2026. Pameran hasil kolaborasi KiN Space dan Palang Merah Indonesia (PMI) ini menyasar anak-anak berusia 2 hingga 8 tahun.
Berbagai aktivitas disiapkan agar anak-anak dapat mengenal nilai-nilai kemanusiaan melalui pengalaman langsung. Mereka bisa menjelajahi Mini Klinik PMI, Zona Siaga Bencana, Pojok Resusitasi Jantung Paru (RJP), Puzzle Kemanusiaan, hingga area Kirim Bantuan Kemanusiaan.
Ada pula Photo Booth Relawan Cilik yang mengajak anak mengenal peran relawan dalam membantu orang lain. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diperkenalkan pada pentingnya menolong sesama, menjaga kesehatan, dan bersikap tanggap ketika menghadapi keadaan darurat.
Ketua Harian MNC Peduli Jessica Tanoesoedibjo menilai, pengenalan mengenai PMI dan berbagai kegiatan kemanusiaan kepada anak usia dini masih perlu diperluas. Padahal, PMI memiliki beragam aktivitas yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pertolongan pertama, penanggulangan bencana, hingga donor darah.
"Jadi, salah satu yang saya lihat, kalau untuk awareness di PMI, terutama untuk anak-anak usia dini, kan selama ini belum ada. Sedangkan range of activities yang PMI lakukan, terutama untuk masyarakat sangat penting. Dari pertolongan utama, CPR, penanggulangan bencana, dan lain-lain dan donor darah juga tentunya," ujar Jessica saat ditemui di KiN Space, SCBD, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Menurut Jessica, anak-anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai bentuk aksi kemanusiaan sejak kecil. Dengan begitu, mereka dapat memahami bahwa kemampuan untuk membantu orang lain tidak selalu harus menunggu hingga dewasa.
"Dan hal-hal seperti ini yang menurut saya sangat penting untuk diajarkan ke anak-anak, agar mereka juga bisa terinspirasi ke depannya, bahwa mereka juga bisa memiliki ability untuk menolong sesama bahkan dari usia yang minim," ucapnya.
Jessica juga menilai KiN Space menjadi lokasi yang sesuai untuk menghadirkan pameran tersebut karena memiliki area bermain sekaligus ruang pameran yang ramah anak. Namun, dia membuka peluang agar edukasi serupa dapat diperluas ke lokasi lain apabila terdapat kesempatan dan tempat yang mendukung.
"Kalau di KiN sendiri karena memang di sini ada playground dan memang ada exhibition space, tempatnya memang sangat cocok untuk dilakukan installation seperti ini. Kalau untuk ke depannya lagi, kalau ada kesempatan tempat yang cocok, mungkin kita akan explore kembali," tutur Jessica.
Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial dan Rumah Sakit PMI DKI Jakarta, dr. H. Sibromalisi, mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang mengenalkan nilai-nilai positif kepada anak sejak dini.
Menurutnya, masa kanak-kanak merupakan periode penting untuk membangun karakter. Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan lingkungan dan pengalaman belajar yang mendukung perkembangan mereka.
"Tentu kegiatan seperti ini sangat mengapresiasi sekali. Apalagi kegiatan-kegiatan ini masih kita mulai dari anak didik kita yang masih sangat perlu untuk dapat dididik yang cakap untuk masa depannya. Mumpung ininya masih bagus, masih bersih, kita isi dengan mereka yang positif-positif," pungkas Sibromalisi.
Penyelenggaraan 'Little Hands, Big Heart' turut mendapat dukungan MNC Peduli dan MNC Animasi. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kesehatan, kesiapsiagaan, serta nilai kemanusiaan kepada anak-anak melalui pendekatan yang sesuai dengan usia mereka.
Melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, anak-anak diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mulai memahami pentingnya empati, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.










