Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

Berita Utama | inews | Senin, 12 Oktober 2026 - 16:13
share

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan, Senin (12/10/2026) di tengah optimisme terhadap peningkatan pasokan usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina.

Melansir CNBC, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 0,77 persen menjadi 103,91 dolar AS per barel. Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November melemah 1,26 persen menjadi 90,69 dolar AS per barel.

Trump menyatakan Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk tidak saling menyerang fasilitas energi masing-masing. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media sosial pada Minggu waktu AS.

"Efektif mulai sekarang, ada gencatan senjata energi dalam perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua pihak telah sepakat. Jangan melanggarnya!" tulis Trump.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya mendukung kesepakatan tersebut. Namun, dia menekankan pentingnya komitmen Rusia untuk turut mematuhinya.

"Ukraina mendukung gencatan senjata ini, dan penting bagi Rusia untuk melakukan hal yang sama," tulis Zelenskyy melalui media sosial.

Potensi tambahan pasokan energi dari Rusia ke pasar global juga meningkat setelah Trump mengatakan Moskow akan memasok lebih dari 4 juta ton diesel ke pasar dunia. Pasokan tersebut disebut sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui percakapan telepon.

Di tengah harapan peningkatan pasokan minyak, perkembangan di Timur Tengah masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga.

Kantor berita negara Arab Saudi melaporkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menelepon Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah. Keduanya membahas eskalasi situasi di kawasan serta upaya untuk mengatasinya.

Al Jazeera melaporkan Araghchi menyatakan Iran siap membantu memfasilitasi dimulainya dialog antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Harga minyak diperkirakan tetap berfluktuasi dalam waktu dekat selama konflik AS-Iran berlanjut. Selain itu, dampak Badai Isaias terhadap produsen energi AS juga berpotensi mengganggu pasokan.

UOB menyatakan tekanan kenaikan harga minyak dapat berlanjut setelah Badai Isaias menguat menjadi badai Kategori 3 dengan kecepatan angin mencapai 120 mil per jam saat mendekati pesisir Teluk AS. Kondisi tersebut memaksa sejumlah produsen energi mengurangi produksi lepas pantai.

"Tekanan terhadap harga minyak dapat tetap mengarah pada kenaikan karena Badai Isaias menguat menjadi Kategori 3 dengan kecepatan angin 120 mil per jam saat mendekati pesisir Teluk AS, sehingga produsen energi harus mengurangi produksi lepas pantai," tulis UOB dalam catatannya pada Senin.

UOB juga menyoroti serangan rudal Houthi terhadap Bandara Riyadh di Arab Saudi pada Sabtu. Menurut catatan tersebut, serangan itu menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang, sehingga meningkatkan premi risiko di pasar minyak akibat ketegangan Timur Tengah.

Topik Menarik