Ketum Jakmania Minta Maaf usai Bus Persib U-18 Diserang, Janji Bantu Ungkap Pelaku

Ketum Jakmania Minta Maaf usai Bus Persib U-18 Diserang, Janji Bantu Ungkap Pelaku

Olahraga | inews | Senin, 12 Oktober 2026 - 12:47
share

JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, menyampaikan permintaan maaf setelah bus Persib Bandung U-18 menjadi sasaran penyerangan di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah. Dia mengecam tindakan tersebut dan memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat berwenang untuk mengidentifikasi pelaku.

Pernyataan itu disampaikan Aditya melalui akun Instagram pribadinya, @adityaptr19, Senin (12/10/2026). Dia menegaskan penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

"Dari perspektif manapun, kejadian semalam jelas salah. Kami sedang terus mengidentifikasi siapa yang melakukan," tulis Aditya.

Aditya memastikan The Jakmania tidak akan mengabaikan insiden tersebut. Pihaknya berupaya mengidentifikasi orang-orang yang terlibat melalui koordinasi dengan petugas berwenang.

Meski demikian, Aditya menegaskan proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat. Dia menyerahkan penanganan kasus penyerangan tersebut kepada pihak yang memiliki otoritas.

"Untuk selanjutnya, kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada yang berwenang," ungkap Aditya.

Ketua umum kelompok suporter Persija Jakarta itu juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas peristiwa yang menimpa rombongan Persib U-18.

"Mohon maaf atas apa yang terjadi," tambahnya.


Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang

Penyerangan terhadap bus Persib Bandung U-18 terjadi pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, rombongan sedang dalam perjalanan kembali ke Bandung setelah menghadapi Garuda United di Solo, Jawa Tengah, dalam kompetisi EPA U-18.

Berdasarkan keterangan resmi manajemen Persib yang diterima iNews, rombongan berpapasan dengan kelompok suporter rival yang sedang pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.

Sejumlah orang yang diduga berasal dari kelompok tersebut kemudian dilaporkan menyerang bus Persib U-18 di Rest Area KM 360 Batang. Namun, identitas pelaku utama belum dapat dipastikan.

Akibat insiden tersebut, bus yang membawa rombongan Persib mengalami kerusakan. Sejumlah koper milik pemain dan ofisial juga dilaporkan dijarah.

Situasi semakin sulit ketika dua personel Persib, yakni Media Officer EPA Pandu Persada dan perwakilan Akademi Persib bernama Ridwan, terpisah dari rombongan.

Keduanya sempat berada di area toilet rest area sebelum berusaha kembali menuju bus. Namun, banyaknya orang di lokasi dan kondisi yang tidak kondusif membuat mereka kesulitan bergabung dengan anggota tim lainnya.

Bus Persib U-18 akhirnya melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara Pandu dan Ridwan masih tertinggal di lokasi kejadian.

Pandu kemudian dilaporkan mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan sejumlah orang yang terlibat penyerangan. Untuk menghindari ancaman lebih lanjut, dia berlindung di sebuah tempat tambal ban di kawasan rest area.

Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi setelah menumpang mobil milik orang tua salah satu pemain Persib U-18. Manajemen Persib selanjutnya berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan Pandu sekaligus mengupayakan pengamanan dan evakuasinya.


Persib Siap Tempuh Jalur Hukum, Suporter Diminta Tak Membalas

Manajemen Persib Bandung mengecam keras penyerangan terhadap rombongan tim mudanya. Klub berjuluk Maung Bandung itu menilai insiden tersebut sangat serius karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional.

"Persib memandang serius insiden ini karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional, sekaligus dugaan perusakan kendaraan dan pengambilan barang milik rombongan tanpa hak," tulis Persib dalam keterangan resminya, dikutip Senin (12/10/2026).

Persib menegaskan tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan. Manajemen meminta penyerangan tersebut diusut secara objektif melalui jalur hukum agar seluruh fakta terungkap dan pihak yang terbukti bertanggung jawab mendapatkan sanksi sesuai aturan.

"Segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, kejadian ini perlu ditangani secara serius, objektif, dan melalui jalur hukum agar fakta dapat diungkap serta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku," tambah keterangan resmi tersebut.

Di tengah proses penanganan kasus, manajemen Persib juga meminta seluruh pihak, khususnya suporter, menahan diri. Klub mengingatkan agar tidak ada tindakan balasan yang berpotensi memperburuk keadaan.

"Persib mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terdampak dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik. Seluruh pihak juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperburuk situasi," tulis keterangan resmi Persib.

Topik Menarik