Persib Bandung Tempuh Jalur Hukum usai Bus Tim U-18 Diserang di Batang

Persib Bandung Tempuh Jalur Hukum usai Bus Tim U-18 Diserang di Batang

Olahraga | inews | Senin, 12 Oktober 2026 - 12:28
share

BATANG, iNews.id - Persib Bandung mengambil sikap tegas setelah bus tim U-18 diserang sekelompok orang di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam WIB. Manajemen Maung Bandung memastikan kasus tersebut akan diselesaikan melalui jalur hukum sekaligus meminta seluruh suporter tidak melakukan aksi balasan.

Penyerangan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat rombongan Persib U-18 dalam perjalanan kembali menuju Bandung. Sebelumnya, tim muda Maung Bandung menjalani pertandingan melawan Garuda United di Solo, Jawa Tengah, dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18.

Berdasarkan keterangan resmi Persib yang diterima iNews, rombongan berpapasan dengan kelompok suporter rival yang sedang pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.

Saat berada di Rest Area KM 360 Batang, bus Persib U-18 dilaporkan menjadi sasaran penyerangan sejumlah orang yang diduga berasal dari kelompok tersebut. Namun, identitas pelaku utama belum dapat dipastikan.

Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada kendaraan tim. Selain itu, sejumlah koper milik pemain dan ofisial Persib U-18 diduga dijarah ketika situasi di lokasi tidak kondusif.


Ofisial Persib Diduga Dianiaya hingga Berlindung di Tempat Tambal Ban

Penyerangan tersebut juga membuat dua personel Persib, yakni Media Officer EPA Pandu Persada dan perwakilan Akademi Persib bernama Ridwan, mengalami situasi berbahaya.

Keduanya sempat terpisah dari rombongan saat berusaha kembali menuju bus setelah berada di area toilet rest area. Banyaknya orang di lokasi serta situasi yang tidak kondusif membuat mereka kesulitan bergabung dengan anggota tim lainnya.

Bus Persib U-18 kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara Pandu dan Ridwan masih tertinggal di kawasan Rest Area KM 360 Batang.

Dalam kondisi tersebut, Pandu dilaporkan menjadi korban kekerasan fisik yang diduga dilakukan sejumlah orang yang terlibat penyerangan. Demi menghindari ancaman lebih lanjut, dia mencari perlindungan di sebuah tempat tambal ban.

Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi setelah mendapatkan tumpangan mobil dari orang tua salah satu pemain Persib U-18.

Manajemen Persib kemudian berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan Pandu. Langkah tersebut dilakukan sekaligus untuk mengupayakan pengamanan dan evakuasi agar dia dapat meninggalkan lokasi dengan aman.


Persib Siap Tempuh Jalur Hukum, Suporter Diminta Tak Membalas

Manajemen Persib mengecam keras penyerangan terhadap rombongan tim U-18. Klub menilai tindakan tersebut sangat serius karena mengancam keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional.

"Persib memandang serius insiden ini karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional, sekaligus dugaan perusakan kendaraan dan pengambilan barang milik rombongan tanpa hak," tulis Persib dalam keterangan resminya, dikutip Senin (12/10/2026).

Manajemen menegaskan penyelesaian kasus tersebut harus dilakukan melalui mekanisme hukum. Persib meminta peristiwa ini diusut secara objektif agar seluruh fakta dapat terungkap dan pelaku yang terbukti bertanggung jawab mendapatkan sanksi sesuai aturan.

"Segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, kejadian ini perlu ditangani secara serius, objektif, dan melalui jalur hukum agar fakta dapat diungkap serta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku," tambah keterangan resmi tersebut.

Di tengah kecaman terhadap penyerangan, Persib juga mengingatkan seluruh pihak, khususnya suporter, untuk tidak terpancing melakukan tindakan balasan. Klub meminta situasi tetap dijaga agar insiden tersebut tidak memicu persoalan baru.

Persib menempatkan keselamatan seluruh personel yang terdampak sebagai prioritas utama. Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan kasus berjalan dengan baik.

"Persib mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terdampak dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik. Seluruh pihak juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperburuk situasi," tulis keterangan resmi Persib.

Topik Menarik