Mencekam! Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Koper Dijarah hingga Ofisial Dianiaya 

Mencekam! Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Koper Dijarah hingga Ofisial Dianiaya 

Olahraga | inews | Senin, 12 Oktober 2026 - 11:59
share

BATANG, iNews.id – Bus Persib Bandung U-18 menjadi sasaran penyerangan sekelompok orang di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan kendaraan tim mengalami kerusakan, sejumlah koper dilaporkan dijarah, dan seorang ofisial diduga menjadi korban kekerasan fisik.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ketika rombongan Persib U-18 dalam perjalanan pulang menuju Bandung. Mereka baru saja menjalani pertandingan melawan Garuda United di Solo, Jawa Tengah, dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18.

Berdasarkan keterangan resmi Persib yang diterima iNews, rombongan tim berpapasan dengan kelompok suporter Persija Jakarta yang sedang kembali dari Yogyakarta setelah memberikan dukungan kepada timnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah orang yang diduga berasal dari rombongan suporter itu dilaporkan melakukan penyerangan terhadap bus Persib U-18. Meski demikian, identitas pelaku belum dipastikan sehingga keterlibatan pihak tertentu masih memerlukan penyelidikan.

Akibat kejadian itu, bus yang membawa pemain dan ofisial mengalami kerusakan. Persib juga melaporkan dugaan penjarahan sejumlah koper milik anggota tim dan ofisial yang berada dalam rombongan.


Dua Ofisial Persib U-18 Tertinggal, Satu Diduga Dianiaya

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika dua personel Persib, yakni Media Officer EPA Pandu Persada dan perwakilan Akademi Persib bernama Ridwan, terpisah dari rombongan di tengah kericuhan.

Keduanya sebelumnya berada di area toilet rest area dan berusaha kembali menuju bus. Namun, kondisi yang tidak kondusif serta banyaknya orang di sekitar lokasi membuat mereka kesulitan bergabung dengan anggota tim lainnya.

Di tengah situasi tersebut, bus Persib U-18 melanjutkan perjalanan lebih dahulu. Pandu dan Ridwan akhirnya tertinggal di Rest Area KM 360 Batang ketika kondisi keamanan belum sepenuhnya terkendali.

Pandu kemudian dilaporkan mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan sejumlah orang yang terlibat dalam penyerangan. Untuk menyelamatkan diri dari ancaman lanjutan, dia mencari perlindungan di sebuah tempat tambal ban di kawasan rest area.

Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi dengan menumpang mobil milik orang tua salah satu pemain Persib U-18. Kondisi berbeda dialami Pandu yang masih membutuhkan bantuan untuk keluar dari lokasi dengan aman.

Persib segera berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan Pandu. Klub juga mengupayakan pengamanan dan evakuasi agar personelnya dapat meninggalkan lokasi tanpa menghadapi ancaman tambahan.

"Prioritas utama saat ini adalah memastikan Pandu berada dalam kondisi aman, memperoleh konfirmasi mengenai kondisi fisiknya, dan dapat segera meninggalkan lokasi dengan pendampingan yang diperlukan," tulis Persib dalam keterangan resminya, dikutip Senin (12/10/2026).


Persib Kecam Penyerangan dan Minta Penanganan Hukum

Persib Bandung memberikan perhatian serius terhadap penyerangan yang menimpa rombongan tim mudanya. Insiden tersebut dinilai bukan sekadar persoalan kerusakan kendaraan, tetapi juga menyangkut keselamatan pemain dan personel yang sedang menjalankan tugas profesional.

Selain dugaan kekerasan fisik, klub berjuluk Maung Bandung itu menyoroti laporan perusakan bus dan pengambilan barang milik anggota rombongan tanpa hak. Seluruh dugaan pelanggaran tersebut diharapkan dapat ditangani melalui proses hukum.

Persib menegaskan tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Klub meminta aparat kepolisian mengusut kejadian secara serius dan objektif untuk memastikan kronologi serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Penyelidikan juga diperlukan untuk memastikan identitas pelaku penyerangan. Pasalnya, informasi awal mengenai dugaan keterlibatan sejumlah orang dari rombongan suporter Persija belum menjadi kesimpulan resmi mengenai pihak yang melakukan tindakan tersebut.

Persib berharap setiap pihak yang terbukti terlibat dalam tindak kekerasan, perusakan, maupun pengambilan barang tanpa hak dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Persib mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terdampak dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik. Seluruh pihak juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperburuk situasi," pungkas pernyataan resmi Persib Bandung.

Topik Menarik