Trump: Iran Negara Gagal
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Iran sebagai negara gagal atau nyaris hancur, baik dari sisi militer maupun ekonomi. Dia juga membuka kemungkinan militer AS kembali melancarkan operasi terhadap Iran di tengah belum adanya tanda-tanda perang akan berakhir.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan serangan militer terbaru terhadap Iran menjelang pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026.
"Mungkin (operasi militer), kita lihat saja nanti," ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (12/10/2026).
Dia kemudian kembali melontarkan klaim bahwa kekuatan militer Iran telah dikalahkan dan kondisi perekonomiannya memburuk parah.
"Negara mereka gagal total. Militer mereka kalah. Mereka tidak punya angkatan laut, tidak punya angkatan udara. Mereka mengalami inflasi 300 persen, dan Iran dalam kondisi sangat buruk," katanya.
Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara terperinci langkah militer yang mungkin diambil pemerintahannya maupun kapan operasi terhadap Iran akan kembali dilancarkan.
Pernyataan tersebut muncul ketika konflik AS-Israel melawan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Perang yang pecah sejak 28 Februari 2026 itu telah memicu serangan balasan Iran menggunakan rudal dan drone terhadap Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Iran juga menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal. Langkah tersebut memicu gejolak di pasar energi global karena selat itu merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak dunia.
Situasi keamanan di kawasan pun terus menjadi perhatian, terlebih konflik dilaporkan meluas hingga Laut Merah. Perkembangan ini menambah ketidakpastian terhadap prospek penyelesaian perang dan kelancaran distribusi energi internasional.
Hingga kini, Trump belum memberikan kepastian mengenai kemungkinan operasi militer lanjutan. Namun, pernyataannya bahwa Iran merupakan negara gagal sekaligus terbukanya opsi serangan baru menunjukkan bahwa ancaman eskalasi konflik masih membayangi kawasan Timur Tengah.









