Marc Marquez Pusing usai Juara Sprint MotoGP Mandalika 2026, Ngaku Baru Pertama Kali Alami Ini!
LOMBOK, iNews.id – Marc Marquez mengalami pusing hebat setelah memenangi sprint race MotoGP Mandalika 2026, Sabtu (10/10/2026) siang. Pembalap Ducati itu mengaku baru pertama kali merasakan kondisi tersebut sepanjang kariernya. Cuaca panas dan intensitas balapan membuat juara dunia bertahan tersebut mengalami kelelahan luar biasa.
Marquez sebenarnya baru saja mencatatkan kemenangan sprint kedelapan sepanjang musim 2026. Namun, keberhasilannya di Sirkuit Mandalika harus dibayar dengan kondisi fisik yang terkuras, terutama setelah menjalani seremoni podium menggunakan pakaian balap lengkap.
"Saya tidak tahu," kata Marquez ketika ditanya mengenai kondisi yang dialaminya seusai sprint race, dikutip dari Crash.
"Itulah sebabnya saya berganti pakaian dan menggunakan air dingin. Balapannya sangat intens, terutama ketika kami mencatatkan waktu 1 menit 29 detik. Saya benar-benar memacu motor saat itu," ujarnya.
Marquez mengungkapkan kondisi tubuhnya justru memburuk setelah mengikuti prosesi penyerahan trofi. Dia merasa pusing dan harus segera melakukan pemulihan sebelum menghadapi balapan utama pada Minggu (11/10/2026) besok.
"Setelah podium, saya merasa pusing. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi hari ini saya mengalaminya," ucap Marquez.
Marc Marquez Sebut Kondisi di Mandalika seperti Mimpi Buruk
Marquez tidak menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap kondisi yang harus dihadapi pembalap. Menurut dia, kombinasi sprint race yang melelahkan, cuaca panas, serta kewajiban mengenakan pakaian balap saat seremoni podium menjadi tantangan berat.
"Sekarang kondisi saya sudah kembali normal. Namun, ini memang wajar. Ini seperti mimpi buruk: podium, balapan sprint, dan pakaian balap kulit," katanya.
Pembalap asal Spanyol itu menegaskan pemulihan fisik harus menjadi prioritas utama. Dia tidak ingin aktivitas di luar lintasan mengganggu performanya dalam persaingan perebutan gelar juara dunia.
"Namun, memang begitulah keadaannya. Karena itu, saya berusaha menjaga diri. Pada akhirnya kami adalah atlet dan ingin tampil sebaik mungkin," ujarnya.
Marquez kemudian membandingkan kebutuhan pemulihan pembalap dengan perawatan motor balap. Menurut dia, keduanya membutuhkan perhatian terhadap detail kecil agar mampu menghasilkan performa maksimal.
"Jika ingin motor tampil maksimal, Anda memperhatikan semua detail kecil. Anda mengisi bahan bakar baru dan melakukan semua hal tersebut. Seorang atlet juga membutuhkan perlakuan yang sama," tuturnya.
Dia bahkan mengaku langsung meninggalkan mobil golf yang membawanya seusai kegiatan balapan untuk mencari tempat beristirahat.
"Hari ini, ketika merasakan kondisi tersebut, saya melompat turun dari mobil golf dan pergi ke ruangan saya untuk mencoba memulihkan diri," ucapnya.
Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
Di balik kondisi fisiknya yang mengkhawatirkan, Marc Marquez justru memperoleh hasil penting dalam persaingan juara dunia MotoGP 2026.
Sebelum sprint race Mandalika, Marquez tertinggal dua poin dari Jorge Martin. Namun, kemenangan dramatis tersebut mengantarkannya ke puncak klasemen dengan keunggulan empat poin.
Ini menjadi kali pertama Marquez memimpin klasemen secara keseluruhan sepanjang musim 2026.
Kemenangan tersebut juga tidak lepas dari drama yang dialami Martin. Pembalap Aprilia itu sempat memimpin balapan sebelum dugaan masalah tekanan ban ketika tersisa lima putaran memaksanya menyerahkan posisi terdepan kepada Marquez.
Nasib Martin semakin buruk setelah dia melakukan kesalahan menjelang akhir balapan. Akibatnya, dia harus puas finis di posisi keempat.
Meski kini memimpin klasemen, Marquez tetap memasang target realistis untuk balapan utama. Dia menyadari Sirkuit Mandalika bukan lintasan yang selama ini memberikan hasil terbaik baginya.
"Saya sebelumnya memperkirakan akan kehilangan poin dari Martin," kata Marquez.
"Target kami, termasuk besok, adalah berusaha tidak kehilangan terlalu banyak poin," ujarnya.
Marquez pun memilih menikmati hasil sprint race tanpa meningkatkan ekspektasi secara berlebihan menjelang balapan utama.
"Besok akan menjadi balapan berbeda, tetapi hari ini sudah selesai. Jadi, saya sangat senang," ucapnya.
Marquez Buka Suara soal Insiden Empat Pembalap di Tikungan Pertama
Sprint race MotoGP Mandalika yang berlangsung selama 13 putaran juga diwarnai insiden pada tikungan pertama.
Peraih pole position Raul Fernandez terlibat kontak dengan sesama pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi. Insiden itu terjadi ketika sejumlah rider berebut posisi selepas start.
Bos Trackhouse, Davide Brivio, menuding Marquez dan Martin terlalu agresif sehingga memicu kejadian tersebut. Namun, steward FIM tidak menyatakan pembalap mana pun bersalah.
Marquez menilai insiden tersebut merupakan bagian dari persaingan balap yang berlangsung sangat ketat.
"Tikungan pertama. Mudah menjelaskannya. Ada empat motor yang sejajar, dan saya pikir Bezzecchi memperhatikan Raul untuk mengerem sedikit lebih lambat," katanya.
"Saya memperhatikan Bezzecchi untuk mengerem sedikit lebih lambat. Sementara DiGia memperhatikan saya untuk mengerem sedikit lebih lambat," ujarnya.
Menurut Marquez, situasi tersebut membuat empat pembalap kehilangan jalur ideal. Jorge Martin akhirnya mampu memanfaatkan kekacauan untuk melesat dari posisi kelima ke posisi pertama.
"Akibatnya, empat pembalap keluar dari jalur dan Martin naik dari posisi kelima ke posisi pertama. Jadi, situasinya sulit, berada di batas kemampuan, tetapi itulah balapan. Tikungan pertama memang seperti itu," ucapnya.
Dengan keunggulan empat poin di puncak klasemen, Marquez kini menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan posisinya. Namun, setelah mengalami pusing yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, kondisi fisik menjadi perhatian penting menjelang balapan utama MotoGP Mandalika 2026.










