Persija Hadapi 5 Laga dalam 22 Hari, Shin Tae-yong Siapkan Strategi Khusus
JAKARTA, iNews.id – Kabar mengejutkan datang dari komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung. Warung makan miliknya di Solo, Jawa Tengah, mendadak mengalami penurunan pembeli secara drastis dalam beberapa bulan terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, keluarga justru menemukan bungkusan mencurigakan berisi tanah kuburan di area warung. Teror tanah kuburan di warung makan Nunung ini pun viral di media sosial.
Penemuan itu membuat Nunung dan keluarganya bertanya-tanya. Pasalnya, warung tersebut sebelumnya berjalan normal dan sejumlah menu andalan seperti rujak cingur hingga cumi balakutak dikenal cukup diminati pelanggan.
Nunung mengaku sebenarnya tidak mudah percaya dengan hal-hal mistis. Namun, ia mulai merasa heran setelah benda yang disebutnya menyerupai tanah kuburan beberapa kali ditemukan di sekitar warung.
“Ya sebetulnya kan aku orangnya percaya nggak percaya ya, hal-hal kayak gitu nggak percaya gitu lho. Tapi kenyataannya kalau ketemu itu dibuang, dibuang mirip bendanya itu terus. Tanah kuburan,” ujar Nunung saat ditemui di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Tanah Kuburan Ditemukan di Area Warung
Menurut Nunung, bungkusan mencurigakan tersebut tidak ditemukan hanya sekali. Benda itu disebut muncul di sejumlah lokasi di sekitar tempat usahanya, termasuk halaman parkir hingga area joglo.
“Ditemukan di sembarang aja, nggak tahu dilempar atau apa aku nggak ngerti. Pokoknya di halaman parkiran sama mau masuk, halaman joglo warung,” tutur Nunung.
Di saat yang sama, omzet warung makan tersebut disebut merosot tajam dalam dua hingga tiga bulan terakhir. Nunung bahkan turun langsung ke Solo untuk melihat kondisi bisnisnya.
Ia kemudian menyaksikan sendiri sejumlah calon pelanggan yang datang menggunakan mobil, tetapi justru pergi sebelum makan.
“Pernah ada mobil datang, udah mau parkir, tiba-tiba balik gitu lho. Pas aku lihat kok ada yang datang balik. Terus adikku bilang, ‘Banyak Mbak yang balik-balik kayak gitu tuh, katanya tutup,’” kenang Nunung.
Ironisnya, warung tersebut sebenarnya tidak tutup. Nunung mengatakan tempat usahanya hanya libur setiap Senin.
“Banyak sekali pelanggan-pelanggan itu bilang ke adik saya, ‘Kok warungmu tutup terus to?’ Padahal nggak pernah tutup, tutupnya tuh hari Senin,” ungkapnya.
Kondisi tersebut akhirnya berdampak pada aktivitas dapur. Jumlah makanan yang dimasak setiap hari harus dikurangi untuk menekan potensi kerugian. Padahal, Nunung memastikan bahan makanan selalu dibeli dalam kondisi segar setiap pagi.
Nunung Tak Mau Cari Dukun
Meski menghadapi situasi yang menurutnya janggal, Nunung tidak memilih jalan untuk mencari paranormal atau orang pintar demi mengetahui siapa yang diduga melakukan teror tersebut.
Ia justru menyerahkan persoalan itu kepada Tuhan.
“Daripada kita punya pikiran, ‘Ayo kita cari lawan buat gini-ginian,’ aku nggak mau. Kan banyak orang pintar gitu, ‘Ayo di sana ada Mbak Nunung.’ Ah enggak, aku nggak kayak gitu. Aku punya Allah kok, Allah itu kekuatanku,” kata Nunung.
Nunung juga berusaha tidak langsung menuduh siapa pun. Ia memilih melakukan introspeksi apabila memang ada kesalahan dalam pengelolaan warungnya.
“Aku berdoa, ‘Ya Allah kalau memang ada kesalahan di dalam, beri petunjuk saya, akan saya benahi.’ Tapi kalau memang ada orang yang niat nggak baik dengan warung saya, ‘Ya Allah sadarkan dia.’ Udah, doaku cuma gitu aja, nggak mau suuzan,” tuturnya.
Makanan Tak Terjual Dibagikan Gratis
Di tengah omzet yang menurun, Nunung juga tidak ingin makanan yang sudah dimasak tetapi tidak habis justru disimpan untuk dijual kembali keesokan harinya.
Ia memilih membagikan makanan tersebut kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.
“Aku kan paling nggak mau kalau masih utuh makanan itu disimpan untuk dijual besok, paling nggak mau. Mending kamu bungkus bikin kardus terus bagi-bagikan ke sopir becak, tukang parkir,” imbuhnya.
Nunung mengaku prihatin melihat kondisi para pekerjanya yang ikut terdampak karena warung semakin sepi. Ia berharap situasi tersebut segera membaik.
“Aku juga kasihan melihat mereka pekerja-pekerja ya Allah, kasihan melihat mereka. Ya ada sih orang makan, tapi tidak seperti dulu,” tuturnya.
Meski mengaku sempat gusar, Nunung memilih tidak memperkeruh keadaan dengan menuduh pihak tertentu. Ia berusaha tetap berpikir positif dan memperkuat doa di tengah dugaan teror yang menimpa warung makannya.










