Waduk Jatigede Sumedang Surut, Masjid Al Ikhlas yang Hilang 11 Tahun Kembali Terlihat
SUMEDANG, iNews.id - Bangunan Masjid Al Ikhlas di Dusun Betok, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kembali terlihat setelah sekitar 11 tahun terendam Waduk Jatigede. Bangunan masjid muncul seiring menyusutnya permukaan air waduk akibat musim kemarau panjang.
Masjid yang sebelumnya berada di kawasan permukiman warga itu kini terlihat dari lahan bekas genangan. Sebagian besar struktur bangunan masih berdiri, meski bagian atap sudah tidak ada.
Sejumlah ornamen lafaz Allah dan Muhammad yang terpasang pada bagian atas dinding juga masih terlihat jelas. Kemunculan bangunan tersebut menjadi pemandangan tersendiri bagi warga yang melintas di kawasan bekas permukiman.
Selain masjid, sisa rumah warga dan jalan yang dahulu menjadi akses menuju permukiman juga mulai terlihat. Area yang sebelumnya tertutup air kini berubah menjadi lahan kering dengan permukaan tanah yang retak.
Di sejumlah titik, warga menemukan kerang dan bangkai ikan yang mati akibat kondisi kering. Rumput yang tumbuh di lahan bekas genangan kemudian dimanfaatkan warga sebagai pakan ternak.
Warga menyebut kawasan tersebut dahulu merupakan permukiman sebelum terdampak pembangunan Waduk Jatigede. Masjid dan sejumlah bangunan lainnya kemudian ikut terendam setelah waduk mulai digenangi air.
Bagi sebagian warga, surutnya air memberikan manfaat karena lahan bekas genangan dapat dimanfaatkan untuk mencari pakan ternak. Namun, kemunculan kembali bangunan lama juga mengingatkan warga pada permukiman yang telah ditinggalkan sejak pembangunan waduk.
Salah satu warga, Anwar Hidayat mengatakan, kondisi tersebut membuat sejumlah bangunan dan akses lama yang sebelumnya tertutup air kembali terlihat.
"Ini dulunya permukiman, sekarang kering bangunannya kelihatan lagi," kata Anwar.
Saat ini, elevasi normal Waduk Jatigede berada di kisaran 260 meter di atas permukaan laut. Sementara itu, permukaan air waduk dilaporkan berada di sekitar 236 meter di atas permukaan laut.
Dengan demikian, permukaan air waduk mengalami penurunan sekitar 24 meter dari elevasi normal akibat musim kemarau yang berlangsung panjang.










