GM Novendra Priasmoro Juara Kejurda Catur DKI Jakarta 2026, Percasi Bidik Gelar Juara Umum Kejurnas

GM Novendra Priasmoro Juara Kejurda Catur DKI Jakarta 2026, Percasi Bidik Gelar Juara Umum Kejurnas

Olahraga | inews | Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:00
share

JAKARTA, iNews.id - Grand Master (GM) Novendra Priasmoro keluar sebagai juara kategori open Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Percasi DKI Jakarta untuk mempersiapkan atlet menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 di Banten pada 23-29 Oktober 2026.

Novendra menempati posisi teratas setelah mengungguli Claudio Lasama yang finis di peringkat kedua dan Satria Duta Cahaya di posisi ketiga. Persaingan kategori open menjadi salah satu sorotan dalam kejuaraan yang mempertemukan ratusan pecatur dari berbagai kelompok usia tersebut.

Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 berlangsung di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada 3-4 Oktober 2026. Ajang ini diikuti 420 pecatur yang bertanding dalam 17 kategori, mulai dari kelompok usia dini hingga veteran. Para peserta memperebutkan total hadiah Rp100 juta.

Selain menjadi ajang perebutan gelar, kejuaraan tersebut dimanfaatkan sebagai bagian dari proses seleksi atlet untuk memperkuat kontingen Ibu Kota di Kejurnas Catur ke-51. Percasi DKI Jakarta datang dengan status juara umum dan bertekad mempertahankan pencapaian tersebut pada kompetisi nasional mendatang.

Ketua Percasi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menilai Kejurda memiliki peran penting dalam menentukan atlet yang akan dibawa ke Kejurnas. Dia juga menyoroti kategori open sebagai salah satu nomor yang paling menarik perhatian karena menawarkan hadiah terbesar.

"Kejurda kali ini ada 17 kategori. Yang paling meriah open ya, hadiahnya paling besar. Yang menang GM Novendra," ujar Kenneth dalam keterangannya, Senin, 5 Oktober 2026.

"Saya senang karena menurut saya momen Kejurda ini menjadi suatu ajang yang penting karena selanjutnya ada Kejurnas," sambung pria yang akrab disapa Bang Kent tersebut.

Kenneth optimistis DKI Jakarta memiliki peluang kembali merebut gelar juara umum. Menurut dia, Kejurda menjadi tahap penyaringan bagi para pecatur yang akan didaftarkan untuk memperkuat kontingen Ibu Kota pada Kejurnas di Banten.

"Kita sebelumnya merupakan juara umum. Dengan hasil dari Kejurda ini saya optimis kita bisa juara lagi. Sudah tersaring para peserta yang akan kita daftarkan ke Kejurnas nanti," tambahnya.

Dia menegaskan, manfaat Kejurda tidak sebatas menentukan pemenang setiap kategori. Ajang tersebut juga menjadi sarana evaluasi terhadap pembinaan dan regenerasi atlet, terutama di tengah persaingan yang dinilai semakin ketat serta peningkatan kualitas para pecatur.

"Bagi kami di Percasi DKI Jakarta, Kejurda bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana pembinaan dan regenerasi atlet catur berjalan. Saya melihat persaingan tahun ini semakin ketat dan kualitas para pecatur juga semakin meningkat," sambungnya.

Percasi DKI Jakarta juga ingin memperluas pembinaan agar semakin banyak pecatur muda berpotensi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Kenneth menilai pengembangan atlet harus terus dilakukan setelah kejuaraan daerah berakhir agar regenerasi berjalan berkelanjutan.

"Kami ingin memastikan muncul lebih banyak pecatur muda potensial yang nantinya tidak hanya mampu berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga membawa nama Indonesia di ajang internasional," imbuh Kent.

Perluas Pembinaan hingga Enam Wilayah

Penutupan Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 turut diwarnai pelantikan enam Pengurus Kota (Pengkot) Percasi. Keenam kepengurusan tersebut mencakup Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Percasi Jakarta Selatan dipimpin Joko Sukarno, Jakarta Utara oleh Ozi Fauzi, Jakarta Pusat dikomandani Andi Fachrie Lentera, Kepulauan Seribu dipimpin Rhama Bedah Wijaya, Jakarta Timur dinakhodai Angia Sekartaji, sedangkan Jakarta Barat digawangi Sunardi Sadeli.

Kenneth mengatakan, keberadaan kepengurusan di seluruh wilayah administrasi tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap olahraga catur. Percasi DKI Jakarta membuka kesempatan bagi anak-anak yang ingin belajar catur maupun masyarakat yang berminat mengembangkan kemampuan hingga menjadi atlet.

"Saya membuka ruang seluas-luasnya bagi orang tua berdomisili di Jakarta yang ingin anaknya belajar catur atau menjadi atlet catur, dan juga bagi para pecatur di warung kopi. Kita sudah siapkan kepengurusan di lima kota dan satu kabupaten," lanjut Kent.

Dia berharap pembinaan catur dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang, bukan hanya pecatur elite. Perluasan jangkauan tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi munculnya talenta baru dari seluruh wilayah Jakarta.

"Harapan saya, semoga catur bisa menjangkau semua lapisan hingga kelas bawah," pungkas Kent.

Legenda catur Indonesia, GM Utut Adianto, turut mengapresiasi penyelenggaraan Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Dia menilai kejuaraan dengan jumlah peserta yang besar dan fasilitas penyelenggaraan yang baik menjadi kesempatan penting bagi para pecatur untuk berkompetisi.

"Kejuaraan seperti ini bagi pecatur adalah impian. Apalagi mainnya di gedung bagus, hotel bagus. Ramai banget," kata Utut.

Meski demikian, Utut meminta penyelenggara memperkuat tim teknis dan meningkatkan kualitas pertandingan pada edisi berikutnya. Dia menyarankan jumlah babak ditambah serta durasi pertandingan diperpanjang agar kualitas kompetisi semakin baik.

"Saran saya ke depannya mesti diperkuat tim teknis. Semoga diperbanyak babaknya, minimal sembilan pertandingan dan berlangsung 90 menit sehingga kualitas akan semakin meningkat," ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus, juga menilai tingginya jumlah peserta mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap catur. Dia berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi salah satu jalan untuk melahirkan lebih banyak grand master (GM) dari Jakarta sekaligus menyiapkan penerus Utut Adianto.

"Mudah-mudahan catur DKI Jakarta bisa melahirkan lebih banyak GM dan penerus Utut Adianto. Saya lihat animo peserta sangat luar biasa," kata Uus.

Setelah Kejurda berakhir, fokus Percasi DKI Jakarta kini beralih ke Kejurnas Catur ke-51 di Banten pada 23-29 Oktober 2026. Gelar Novendra Priasmoro di kategori open menjadi salah satu modal bagi Ibu Kota dalam menatap persaingan nasional dan memperjuangkan kembali status juara umum.

Topik Menarik