Perjalanan Karier Irfan Hadari, Jadi Vokalis-Produser hingga Resmi Keluar dari Govinda

Perjalanan Karier Irfan Hadari, Jadi Vokalis-Produser hingga Resmi Keluar dari Govinda

Gaya Hidup | inews | Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:13
share

JAKARTA, iNews.id - Nama Muhammad Irfan Hadari selama hampir 18 tahun tidak bisa dipisahkan dari perjalanan Govinda di industri musik Tanah Air. Sebagai vokalis, dia ikut membawa band tersebut melewati berbagai fase, mulai dari era Domino, pergantian nama menjadi Govinda, merilis album dan sederet single, hingga tampil di panggung musik internasional.

Namun, perjalanan panjang itu kini memasuki babak baru. Irfan Hadari resmi mengumumkan keluar dari Govinda pada Senin, 5 Oktober 2026.

Meski demikian, kiprah Irfan di dunia musik tidak hanya sebatas menjadi vokalis. Sepanjang kariernya, dia juga pernah menjadi produser, terlibat dalam penciptaan lagu, hingga menjalani sejumlah proyek di luar Govinda.

Memulai Perjalanan dari Era Domino

Perjalanan Irfan bersama Govinda bermula dari band bernama Domino. Grup tersebut terbentuk pada 7 Oktober 2008 dan Irfan menjadi bagian dari formasi awal perjalanan grup itu.

Domino kemudian merilis album perdana pada 2009. Salah satu lagu yang dikenal dari periode tersebut adalah 'Siapa yang Pantas'.

Setahun kemudian, perjalanan mereka mengalami perubahan besar. Pada 2010, Domino berpindah label dari Java Musikindo ke Nagaswara dan mengganti nama menjadi Govinda.

Perubahan nama tersebut sekaligus menjadi awal baru bagi Irfan dan rekan-rekannya untuk membangun identitas di industri musik.

Di bawah nama Govinda, mereka memperkenalkan single Bawa Aku Lari yang kemudian menjadi salah satu lagu penting pada fase awal perjalanan grup.

Album Rahasia Besar hingga Nominasi di Malaysia

Pada 2011, Govinda merilis album 'Rahasia Besar'. Album tersebut memuat sejumlah lagu seperti “Bawa Aku Lari”, “Simpananku”, dan “Rahasia Besar”.

Karier Govinda bersama Irfan kemudian mulai mendapat perhatian di luar Indonesia. Pada tahun yang sama, Govinda masuk nominasi Anugerah Planet Muzik (APM) 2011 di Malaysia. Mereka masuk kategori Best Vocal (New Duo/Group) lewat lagu “Bawa Aku Lari”.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Irfan sebagai vokalis karena karya Govinda mulai mendapatkan pengakuan di tingkat regional.

Tak Hanya Bernyanyi, Irfan Jadi Produser

Kemampuan Irfan di dunia musik rupanya tidak berhenti di depan mikrofon.

Pada 2012, dia mencoba peran berbeda dengan menjadi produser untuk band Avanindra. Irfan memproduseri album repackage grup tersebut yang berisi empat lagu, termasuk single 'Untuk yang Hilang'.

Menjadi produser memberikan pengalaman baru bagi Irfan. Meski menjalani aktivitas di balik layar, dia tetap menempatkan Govinda sebagai prioritasnya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kiprah Irfan di industri musik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan vokal, tetapi juga pemahaman terhadap proses produksi sebuah karya.

Terlibat dalam Penciptaan Lagu

Irfan juga memiliki pengalaman sebagai pencipta lagu.

Pada 2017, namanya tercatat sebagai salah satu pencipta lagu 'Pontianak Bejuta Mimpi'. Lagu tersebut dibuat untuk memperingati Hari Jadi Kota Pontianak ke-245.

Karya tersebut menggambarkan berbagai sisi Kota Pontianak, termasuk Sungai Kapuas serta keberagaman masyarakatnya.

Dengan demikian, perjalanan Irfan semakin lengkap sebagai musisi. Dia tidak hanya tampil sebagai penyanyi, tetapi juga pernah terlibat dalam proses penciptaan karya.

Satu Dekade Govinda dan Mimpi Rekaman di Abbey Road

Salah satu pencapaian terbesar Irfan bersama Govinda terjadi ketika band tersebut memasuki usia satu dekade.

Untuk menandai perjalanan 10 tahun berkarya, Govinda merekam lagu 'Hal Hebat' di Abbey Road Studios, London.

Kesempatan tersebut menjadi salah satu momen istimewa bagi Irfan dan personel Govinda. Abbey Road dikenal sebagai salah satu studio rekaman legendaris dunia dan pernah digunakan oleh banyak musisi besar.

Rekaman “Hal Hebat” dilakukan pada November 2019. Proses tersebut melibatkan engineer Chris Bolster.

Bagi Irfan, bisa melakukan rekaman di Abbey Road merupakan salah satu mimpi besar yang akhirnya terwujud.

Di periode tersebut, Govinda juga semakin aktif merilis single. Setelah album “Rahasia Besar”, mereka memilih lebih banyak menghadirkan karya dalam format single, di antaranya “Mantan Terbaik”, “Mau Kamu Cuma Kamu”, dan “Ajaib”.

Irfan pernah menjelaskan bahwa perubahan pola tersebut berkaitan dengan perkembangan industri musik dan distribusi album yang semakin sulit.

Tetap Bertahan di Tengah Dinamika Band

Mempertahankan sebuah band selama bertahun-tahun tentu bukan perkara mudah. Irfan pernah mengungkapkan bahwa perjalanan Govinda membutuhkan kemampuan untuk menyatukan pemikiran beberapa personel.

Ketika Govinda memasuki satu dekade perjalanan, Irfan menyebut mereka telah melewati berbagai dinamika untuk bisa tetap bertahan di industri musik.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Govinda yang akhirnya mampu bertahan hingga mendekati dua dekade.

Rekaman Bersama Orkestra di London

Perjalanan internasional Govinda berlanjut melalui proyek 'Govinda Live Studio Session – London 2023'.

Dalam proyek tersebut, Irfan bersama personel Govinda merekam ulang sejumlah lagu di Abbey Road Studios. Mereka juga berkolaborasi dengan National Symphony Orchestra (UK).

Album live tersebut memuat sejumlah lagu yang sebelumnya telah menjadi bagian dari perjalanan Govinda, seperti “Bawa Aku Lari”, “Satu Frekuensi”, “Hal Hebat”, “Rahasia Besar”, “Cinta Terakhir”, “Mantan Terbaik”, “Siapa yang Pantas”, dan “Pilihan Hatimu”.

Pada 2024, Govinda kemudian memperkenalkan 'Episode Bahagia' sebagai salah satu single yang berkaitan dengan proyek tersebut.

Karya ini menjadi salah satu bukti perjalanan Govinda yang terus berkembang setelah bertahun-tahun berada di industri musik.

Ikut Membuat Mars Bola Basket Indonesia

Selain karya-karya bersama Govinda, Irfan juga pernah terlibat dalam proyek musik untuk dunia olahraga.

Pada 2024, Govinda membuat Mars Bola Basket Indonesia untuk Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).

Irfan ikut membawakan lagu tersebut bersama personel Govinda lainnya. Proyek itu menjadi bentuk apresiasi terhadap perkembangan bola basket Indonesia.

Masih Bersama Govinda hingga 2025

Memasuki 2025, Irfan masih aktif sebagai vokalis Govinda.

Saat itu, Govinda telah memasuki usia 17 tahun berkarya. Irfan masih menjalani aktivitas bersama Ade Nurulianto, Yosafat Luki Marendra, dan Jeje.

Perjalanan Govinda juga terus berlanjut meski Jeje kemudian menjalani aktivitas sebagai kepala daerah. Band tersebut tetap mempertahankan eksistensinya di industri musik.

Resmi Keluar setelah Hampir 18 Tahun

Kini, perjalanan panjang tersebut berubah setelah Irfan memutuskan keluar dari Govinda.

Pada Senin, 5 Oktober 2026, Irfan mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Instagram @muhammadirfan.

Dia menyebut keputusan tersebut sebagai langkah untuk memilih jalan yang berbeda setelah hampir 18 tahun tumbuh dan berkembang bersama Govinda.

“Band yang telah berjalan hampir 18 tahun bersama, hari ini kami secara sadar, untuk memilih jalan yang berbeda,” tulis Irfan.

Dalam pesan perpisahannya, Irfan juga menyampaikan terima kasih kepada Govinda, manajemen, label, serta orang-orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Dia bahkan meminta maaf atas berbagai kesalahan dan kekhilafan yang mungkin terjadi selama hampir dua dekade bersama.

“Sebagai manusia biasa, saya juga pasti banyak melakukan kesalahan dan kekhilafan secara sadar, maupun tidak, mohon dimaafkan,” ungkapnya.

Irfan juga memastikan keputusan keluar dari Govinda bukan berarti dirinya berhenti bermusik.

“Untuk saya pribadi, saya akan terus bermusik, berjuang kembali dari awal, melangkah dengan usaha dan upaya yang dimiliki. Mohon doanya,” pungkas Irfan.

Setelah hampir 18 tahun menjadi bagian dari perjalanan Govinda, Irfan Hadari kini memasuki babak baru. Rekam jejaknya menunjukkan perjalanan seorang musisi yang tidak hanya berdiri sebagai vokalis, tetapi juga pernah menjadi produser, pencipta lagu, hingga terlibat dalam berbagai proyek musik lintas bidang.

Kini, setelah memilih jalan berbeda dari Govinda, perjalanan musik Irfan Hadari akan berlanjut dengan lembaran baru.

Topik Menarik