Tempel Jorge Martin, Marc Marquez Kini Terancam Momok Mandalika: Belum Pernah Finis!
MOTEGI, iNews.id – Marc Marquez memangkas jarak menjadi hanya dua poin dari pemuncak klasemen MotoGP 2026 Jorge Martin setelah menyapu bersih kemenangan di Motegi, Jepang. Namun, pembalap Ducati Lenovo itu kini menghadapi tantangan besar di MotoGP Indonesia karena belum pernah menuntaskan balapan utama di Sirkuit Mandalika sepanjang kariernya.
Marquez tampil dominan pada akhir pekan MotoGP Jepang 2026. Juara dunia sembilan kali tersebut memenangkan Sprint dan balapan utama sehingga mengamankan poin maksimal 37 angka. Ini menjadi kali ketiga sejak MotoGP Aragon dia berhasil mengawinkan kemenangan Sprint dan Grand Prix.
Berbeda dengan Sprint, Marquez gagal melewati Martin menuju tikungan pertama pada balapan utama. Pembalap Spanyol tersebut memilih bersabar dalam perlombaan sepanjang 24 lap sambil membaca karakter ban.
Michelin sebelumnya mencoret ban belakang kompon lunak dari pilihan untuk balapan. Seluruh pembalap akhirnya menggunakan kombinasi ban depan medium dan belakang hard. Kondisi tersebut sempat memunculkan pertanyaan mengenai pembalap mana yang paling diuntungkan.
Garudayaksa FC Siap Debut di Liga Tertinggi Indonesia, Perkuat Sistem Klub dengan Teknologi
Marquez mulai memperlihatkan kecepatannya dengan mencatatkan lap tercepat baru pada putaran kelima. Dia kemudian mendekati Martin sebelum akhirnya melancarkan serangan di tikungan sembilan beberapa lap kemudian.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan Grand Prix ketiga Marquez dalam empat balapan terakhir. Dia mengaku perubahan kecil pada motor sejak Sprint membuat perasaannya di atas Ducati semakin baik.
“Senang bisa kembali meraih 37 poin. Pada Jumat perasaan saya sudah bagus, tetapi setelah sedikit perubahan pada balapan Sprint, saya mulai merasa semakin baik,” kata Marquez, dikutip dari Crash.
“Target dalam balapan sudah jelas, mencoba memimpin secepat mungkin dan ketika sudah berada di depan, mencoba mengontrol ritme balapan sesuai keinginan saya. Ketika Martin sedikit menekan, saya juga menekan, tetapi tetap mencoba mengontrol risiko dan ritme,” ujarnya.
Strategi Sabar Marc Marquez Berbuah Kemenangan
Timnas Indonesia U-20 Tak Boleh Main Mata, Malaysia Bisa Rebut Juara Grup di Laga Terakhir
Marquez sebenarnya menargetkan mengambil alih posisi pertama sejak tikungan pembuka. Namun, start Martin lebih baik sehingga rencana tersebut tidak berjalan. Dia kemudian mengubah pendekatan dengan bersabar selama lap-lap awal.
“Posisi idealnya adalah tikungan pertama. Tetapi hari ini start dia bagus. Start saya tidak sebagus kemarin,” tutur Marquez.
“Saya bersabar pada lap pertama karena dengan ban H, kami hanya memiliki pengalaman menggunakan ban hard saat pemanasan. Jadi, saya mencoba memahami batasnya, kemudian setelah tiga lap saya mulai menekan untuk memangkas jarak, melewatinya, dan mengontrol ritme balapan,” katanya.
Kemenangan di Motegi menjadi kemenangan keempat Marquez di kelas MotoGP pada sirkuit tersebut. Hasil ini juga menghasilkan catatan spesial bagi General Manager Ducati Corse Gigi Dall'Igna yang kini mencapai 100 kemenangan bersama pabrikan asal Italia tersebut.
“100 kemenangan bersama Ducati untuk Gigi [Dall'Igna]. Saya menikmati hasil pekerjaannya bersama staf. Dia memimpin, tetapi dia memiliki staf yang hebat,” kata Marquez.
“Kami bersama-sama mencoba menekan dan mengerjakan semua detail kecil untuk bertarung dengan dua pembalap ini,” ujarnya.
Mandalika Jadi Ujian Besar Perburuan Gelar
Tambahan 37 poin dari Motegi membuat persaingan gelar MotoGP 2026 semakin panas. Marquez kini hanya tertinggal dua angka dari Martin menjelang seri berikutnya di Indonesia.
Namun, Sirkuit Mandalika menyimpan catatan kurang menyenangkan bagi Marquez. Dia belum pernah menyelesaikan balapan Grand Prix MotoGP di lintasan tersebut sepanjang kariernya.
Mandalika juga dikenal sebagai salah satu sirkuit yang menuntut pengelolaan degradasi ban. Karakter tersebut diperkirakan lebih menguntungkan Aprilia dibandingkan Ducati sehingga duel Marquez dengan Martin berpotensi kembali berlangsung ketat.
“Saya belum pernah menyelesaikan balapan di Indonesia. Saya sedikit kurang beruntung, tetapi tahun lalu pada Sprint saya merasa tidak terlalu buruk setelah menjalani penalti long lap,” kata Marquez.
“Kami perlu memahami apa yang bisa kami lakukan dan saya merasa semakin baik. Sejak Aragon, perasaan saya sangat bagus. Kami hanya mengalami sedikit masalah di Austria, tetapi setelah itu kami kembali berada di sana,” ujarnya.
MotoGP Indonesia 2026 kini menjadi ujian penting bagi Marquez dalam perburuan gelar juara dunia. Dengan selisih hanya dua poin dari Martin, hasil di Mandalika dapat memberi pengaruh besar terhadap persaingan menuju titel MotoGP 2026.









