Media Eropa Soroti Performa Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
JAKARTA, iNews.id - Timnas Indonesia mendapat sorotan media Italia Corriere dello Sport setelah tampil impresif di FIFA ASEAN Cup 2026 dan memastikan tiket ke final sebagai juara Grup A.
Performa Skuad Garuda menjadi perhatian setelah Indonesia menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 pada laga terakhir fase grup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10/2026). Hasil tersebut membuat tim asuhan John Herdman finis di posisi teratas Grup A.
Kemenangan telak itu juga menjadi penentu posisi Indonesia dalam persaingan dengan Malaysia. Skuad Garuda unggul dalam produktivitas gol sehingga berhak menempati puncak klasemen Grup A dan melaju ke partai final.
Corriere dello Sport menilai peningkatan performa Timnas Indonesia tidak berdiri sendiri. Media Italia tersebut mengaitkannya dengan transformasi sepak bola Indonesia yang mendapat perhatian dan pendampingan FIFA setelah tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
Sorotan Corriere dello Sport tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan. Media tersebut juga membahas perjalanan sepak bola Indonesia yang dipengaruhi sejumlah faktor penting, termasuk keputusan wasit dalam pertandingan melawan Malaysia dan Bangladesh.
Dari Tragedi Kanjuruhan Menuju Final
Menurut laporan media Italia tersebut, keberhasilan Indonesia mencapai final menjadi bagian dari proses panjang transformasi sepak bola nasional. Perubahan itu berjalan seiring dengan meningkatnya daya saing tim nasional dan semakin besarnya perhatian publik terhadap sepak bola.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan pembenahan sepak bola Indonesia. Tragedi tersebut menelan 135 korban jiwa dan meninggalkan duka bagi keluarga korban, insan sepak bola, serta masyarakat Indonesia.
Memori tragedi Kanjuruhan kembali hadir ketika Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh. Sebelum pertandingan, dilakukan mengheningkan cipta untuk mengenang para korban.
Dalam wawancara sebelumnya dengan Corriere dello Sport, Erick Thohir menggambarkan Indonesia sebagai “raksasa yang sedang tidur”. Dia menilai Indonesia memiliki potensi sepak bola yang sangat besar, tetapi membutuhkan pengelolaan yang lebih profesional dan transparan.
Erick juga menempatkan tragedi Kanjuruhan sebagai salah satu momentum penting dalam proses pembenahan sepak bola Indonesia. Perjalanan tersebut kini terlihat melalui perkembangan tim nasional yang mampu bersaing dan mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026.
“Empat tahun lalu, kita kehilangan 135 saudara kita di Kanjuruhan. Sebelum pertandingan kita mengheningkan cipta untuk mengenang mereka, lalu para pemain berjuang sampai menit ke-97 untuk membawa Indonesia ke final. Bagi saya, ini bukan sekadar tentang menang dan kalah. Ini tentang bagaimana sepak bola Indonesia belajar dari masa lalu dan terus bergerak maju," kata Erick Thohir.
Menurut Erick, keberhasilan menuju final tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan. Perjalanan tersebut juga menjadi bagian dari proses sepak bola Indonesia dalam menjaga ingatan terhadap tragedi Kanjuruhan sekaligus melakukan pembenahan.
"Kita harus menjaga ingatan tentang Kanjuruhan sekaligus memastikan sepak bola Indonesia yang kita bangun hari ini jauh lebih profesional, membanggakan dan menjamin keamanan dan kenyamanan para suporter yang mendukung langsung timnas ke stadion,” tambahnya.
Perhatian dari media Italia tersebut menempatkan perjalanan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 dalam konteks yang lebih luas. Skuad Garuda bukan hanya mencatat hasil besar di lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan perubahan sepak bola Indonesia setelah tragedi Kanjuruhan.
Kini Timnas Indonesia telah mengamankan tempat di final FIFA ASEAN Cup 2026. Performa 9-2 atas Bangladesh menjadi salah satu hasil penting dalam perjalanan Skuad Garuda menuju partai puncak, sekaligus mempertegas persaingan Indonesia di level sepak bola Asia Tenggara.









