Dilantik jadi Kepala Bakom, Syahganda Siapkan Tim Khusus AI

Dilantik jadi Kepala Bakom, Syahganda Siapkan Tim Khusus AI

Terkini | inews | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:32
share

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan algoritma dalam strategi komunikasi pemerintah. Dia berencana mengombinasikan metode komunikasi yang sudah berjalan dengan teknologi digital untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap pemikiran dan program Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Syahganda setelah dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Bakom RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurut Syahganda, komunikasi pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan program. Pemerintah juga perlu menjelaskan pemikiran Presiden yang menjadi landasan berbagai kebijakan agar dapat dipahami masyarakat.

“Karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran?” kata Syahganda usai dilantik.

Dia menilai pemikiran Prabowo bersifat konstitusional sehingga penting diketahui masyarakat secara luas. Karena itu, Syahganda berencana melanjutkan program komunikasi yang telah berjalan sembari menyesuaikannya dengan perkembangan teknologi.

“Pikiran-pikiran beliau itu adalah pikiran-pikiran konstitusional. Dan itu penting sampai rakyat tahu semua,” ujarnya.

Syahganda mengatakan, perkembangan algoritma dan AI menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan dalam komunikasi pemerintah pada era digital.

“Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma. Karena tantangan terbesar pada komunikasi itu adalah soal algoritma, soal AI, dan lain-lain,” katanya.

Untuk mengkaji persoalan tersebut, Bakom RI membuka kemungkinan membentuk kelompok atau tim khusus yang mempelajari cara kerja algoritma serta dampaknya terhadap penyampaian pesan pemerintah kepada masyarakat.

“Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok atau tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat,” ujarnya.

Syahganda juga menilai perkembangan teknologi digital dan AI perlu menjadi perhatian untuk mengantisipasi distorsi pesan yang disampaikan Presiden.

“Jadi, pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini banyak didistorsi. Distorsi oleh kekuatan AI itu,” kata Syahganda.

Ke depan, Syahganda bersama Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono akan memadukan strategi komunikasi yang telah berjalan dengan pemanfaatan teknologi terkini.

“Dengan kehadiran saya dan Pak Fadli yang ada, ya kita tentu akan mengombinasikan dengan teknologi yang berkembang sekarang ini,” pungkasnya.

Topik Menarik