Terungkap! Rudal Iran Hantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz, 8 Marinir Luka termasuk Perwira
WASHINGTON, INews.id - Delapan pasukan Marinir Amerika Serikat mengalami luka akibat serangan rudal Iran yang menargetkan kapal perang AS di Selat Hormuz. Serangan menggunakan rudal anti-kapal itu terjadi pada Senin (14/9/2026), demikian laporan stasiun televisi NBC News, mengutip sumber pejabat AS.
Laporan itu menyebutkan, para Marinir tidak menderita luka serius, namun menghirup asap serta kemungkinan cedera otak traumatis setelah mengalami gejala mirip gegar otak, termasuk sakit kepala.
Tujuh dari personel Marinir tersebut merupakan tamtama, sementara satu orang lainnya adalah perwira. Kedelapan personel itu kembali bertugas tak lama setelah serangan.
Rudal memghantam kapal perang saat para Marinir bertugas sebagai tim pendarat batalion.
Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menjadi sorotan terkait jumlah korban dari tentara sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada Februari. Jumlah tentara yang luka dan tewas mengalami perubahan dalam hal pelaporan dan klasifikasi.
Hingga Rabu pekan lalu, Sistem Analisis Korban Pertahanan (DCAS) Pentagon mencatat 861 personel militer AS yang luka dalam konflik tersebut.
Kedelapan Marinir itu juga dimasukkan dalam data resmk hampir 10 hari setelah serangan pada 14 September.









