Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 Dakwaan, Dikeluarkan dari Premier League?

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 Dakwaan, Dikeluarkan dari Premier League?

Olahraga | inews | Sabtu, 26 September 2026 - 05:00
share

MANCHESTER, iNews.id - Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League setelah proses panjang terkait dugaan pelanggaran yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari total 115 dakwaan, menurut The Athletic. Sumber itu berbicara secara anonim karena tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan informasi tersebut secara terbuka.

Meski hasil pemeriksaan sudah diketahui, sanksi untuk Manchester City belum ditentukan. Seluruh kemungkinan masih terbuka dan klub asal Manchester tersebut diperkirakan akan mengajukan banding.

Proses hukum ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League yang terjadi dalam periode 2009 hingga 2018. Manchester City sebelumnya telah membantah seluruh tuduhan tersebut.

Seorang juru bicara Manchester City mengatakan proses di Premier League masih berlangsung dan sejumlah bagian penting belum diselesaikan.

“Proses Premier League masih berlangsung, dengan sejumlah elemen penting yang harus diselesaikan, serta tunduk pada kerahasiaan yang ketat. Oleh karena itu, posisi Manchester City FC tetap konsisten dengan pernyataan klub pada Februari 2023,” ujar juru bicara Manchester City.

Juru bicara klub juga menegaskan Manchester City selama ini menghormati proses yang berjalan dan mengharapkan badan Premier League menjalankan tugas secara independen serta adil.

“Klub dengan tekun menghormati proses hukum selama delapan tahun berdasarkan keyakinan dewan dan eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan berpikiran adil, bebas dari pengaruh partisan,” ujarnya.

Awal Mula Kasus Manchester City

Kasus Manchester City bermula setelah Premier League melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran antara 2009 hingga 2018. Kasus tersebut kemudian dibawa ke komisi independen untuk menentukan hasil atas berbagai dakwaan yang diajukan.

Penyelidikan dimulai setelah surat kabar Jerman Der Spiegel menerbitkan dokumen keuangan Manchester City yang bocor pada November 2018. Dokumen tersebut menjadi salah satu pemicu pemeriksaan terhadap aktivitas finansial klub.

Premier League kemudian menuduh Manchester City gagal memberikan informasi finansial yang akurat, termasuk rincian pembayaran kepada pemain dan pelatih. Klub juga dituduh melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA serta aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) milik Premier League.

Manchester City sejak awal membantah berbagai tuduhan tersebut. Dalam pernyataan klub pada Februari 2023, Manchester City mengatakan dia merasa terkejut dengan dakwaan yang diberikan dan menyambut proses pemeriksaan oleh komisi independen.

Dalam pernyataan tersebut, Manchester City juga mengatakan klub memiliki bukti lengkap untuk mendukung posisi mereka dalam menghadapi tuduhan yang diajukan Premier League.

Kasus tersebut menjadi sorotan besar karena Manchester City meraih banyak gelar setelah berada di bawah kepemilikan Sheikh Mansour melalui Abu Dhabi United Group yang mengakuisisi klub pada 2008.

Manchester City telah memenangkan delapan gelar Premier League, empat Piala FA, tujuh Piala Liga, dan satu gelar Liga Champions selama periode kepemilikan tersebut. Enam dari total gelar itu diraih setelah dakwaan Premier League mulai diajukan.

Pernah Dijatuhi Sanksi UEFA

Manchester City sebelumnya juga pernah menghadapi hukuman dari UEFA terkait dugaan pelanggaran Financial Fair Play. Pada Februari 2020, UEFA menjatuhkan larangan tampil selama dua tahun di kompetisi Eropa kepada Manchester City serta denda 30 juta euro.

Sanksi tersebut muncul setelah dokumen keuangan Manchester City yang dibocorkan Der Spiegel menjadi perhatian UEFA. Namun, lima bulan kemudian, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) membatalkan larangan dua tahun tersebut.

CAS membatalkan larangan itu karena dugaan pelanggaran FFP dinilai tidak terbukti atau sudah melewati batas waktu penindakan. Dalam aturan UEFA, sejumlah dugaan pelanggaran tersebut terjadi terlalu lama sebelumnya untuk dapat dijatuhi hukuman.

Meski demikian, CAS tetap menyatakan Manchester City bersalah karena tidak bekerja sama sepenuhnya dengan UEFA. Klub dinilai gagal memberikan sejumlah besar bukti yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan.

CAS menyebut pelanggaran tersebut serius dan perlu mendapatkan teguran keras. Manchester City akhirnya dikenai denda sebesar 8,8 juta poundsterling atas pelanggaran tersebut.

Kini, Manchester City kembali menghadapi proses besar di Premier League. Dengan hampir seluruh dakwaan dinyatakan terbukti, keputusan mengenai sanksi menjadi tahap berikutnya yang masih harus ditentukan.

Topik Menarik