Emas Asian Games 2026 Kembali ke Indonesia usai 28 Tahun, CdM Todotua Bicara Misi Berikutnya
AICHI, iNews.id - Emas pertama Indonesia di Asian Games 2026 diraih tim bulutangkis beregu putra setelah menundukkan China 3-2 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24/9/2026). Tetapi Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menegaskan perjuangan kontingen Merah Putih masih panjang.
Indonesia akhirnya membuka keran medali emas Asian Games 2026 melalui perjuangan dramatis tim bulutangkis beregu putra. Sempat tertinggal 0-2 dari China, tim Indonesia mampu membalikkan keadaan hingga mengunci kemenangan 3-2.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 28 tahun untuk kembali meraih emas Asian Games dari nomor beregu putra. Gelar terakhir pada nomor tersebut diraih Indonesia pada 1998.
Todotua Pasaribu menyambut pencapaian tersebut sebagai hasil kerja keras panjang seluruh elemen tim bulutangkis Indonesia. Menurut dia, keberhasilan meraih emas pertama juga menjadi gambaran karakter atlet Indonesia saat menghadapi situasi sulit.
Comeback Dramatis! Janice Tjen Tembus 16 Besar Monterrey Open 2026 usai Tumbangkan Petenis Ukraina
“Alhamdulillah, emas pertama untuk Indonesia akhirnya datang dari bulutangkis beregu putra. Malam ini, di Aichi-Nagoya, Jepang, Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih berkibar,” ungkap Todotua dalam keterangannya.
Todotua juga memberikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, dan seluruh tim bulutangkis yang mampu menjaga perjuangan meski Indonesia sempat berada dalam posisi tertinggal. Kebangkitan dari skor 0-2 menjadi 3-2 menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.
“Kepada para atlet, pelatih, dan seluruh tim bulutangkis, terima kasih. Kalian telah menjawab penantian Indonesia dengan perjuangan yang luar biasa. Ketika berada dalam posisi tertinggal, kalian tetap percaya, terus berjuang, dan akhirnya membalikkan keadaan. Ini adalah semangat yang ingin kita lihat dari seluruh Tim Indonesia,” ucapnya.
Emas Pertama Jadi Pelecut Perjuangan
Todotua menilai emas bulutangkis beregu putra memiliki arti penting bagi perjalanan Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Selain menjadi medali emas pertama kontingen Merah Putih pada ajang tersebut, pencapaian ini juga menandai berakhirnya penantian selama 28 tahun.
Jonatan Christie Resmi Jadi Tunggal Putra Nomor 1 Dunia, Indonesia Akhiri Penantian 26 Tahun
“Emas bulutangkis beregu ini bukan hanya yang pertama untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan bulu tangkis Indonesia. Kita menantikan kembali momen ini selama 28 tahun, sejak terakhir kali meraihnya pada 1998,” tambah Todotua.
Meski emas pertama sudah berhasil diamankan, Todotua tidak ingin perjuangan Tim Indonesia berhenti pada satu pencapaian. Dia menyebut Tim CdM akan tetap menjalankan tugas untuk memastikan seluruh kebutuhan atlet selama Asian Games 2026 terpenuhi.
Dukungan juga datang dari masyarakat Indonesia yang terus memberikan doa selama perjuangan para atlet di Jepang. Todotua menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut dan meminta seluruh elemen tetap memberikan energi positif bagi atlet yang masih bertanding.
“Tak lupa, terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas doa dan dukungan yang tidak pernah putus. Hari ini kita bersyukur dan merayakan bersama. Besok kita kembali berdiri di belakang setiap atlet yang berjuang," katanya.
Todotua kembali menegaskan pencapaian emas pertama bukan penutup perjalanan Tim Indonesia di Asian Games 2026. Setelah merayakan keberhasilan tersebut, fokus kembali diarahkan kepada para atlet yang masih memiliki agenda pertandingan dan peluang meraih prestasi.
“Karena perjuangan masih panjang, dan kita ingin memastikan setiap atlet dapat memberikan yang terbaik untuk Merah Putih tercinta," sambung Todotua.










