Jenazah Surakhman Kru Kapal 5 Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Banten Besok

Jenazah Surakhman Kru Kapal 5 Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Banten Besok

Terkini | inews | Rabu, 23 September 2026 - 14:21
share

JAKARTA, iNews.id - Jenazah Surakhman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang bersama Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto dan 4 wartawan lain saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, akan diterbangkan dari Bengkulu ke Banten pada, Kamis (24/9/2026).

Jenazah Surakhman teridentifikasi usai jasad tanpa identitas ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, dicocokkan dengan sampel DNA keluarganya. Hasil pemeriksaan memastikan jasad tersebut identik dengan Surakman.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, jenazah akan diberangkatkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Pemerintah daerah bersama Basarnas dan tim terpadu akan menyambut kedatangan jenazah di bandara.

"Jenazah akan dikirim diberangkatkan besok dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno Hatta (Soetta) akan diterima bersama Gubernur, Basarnas tim terpadu menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soetta," ucap Hengki dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

Hengki belum memerinci waktu keberangkatan jenazah dari Bengkulu. Saat ini, jenazah masih menjalani persiapan sebelum dipulangkan ke Banten.

"Besok kita tinggal liat jam, waktu masih dilakukan persiapan di Bengkulu," tuturnya.

Sebelumnya, jasad pria tanpa identitas ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes kemudian melakukan pencocokan DNA dengan sampel dari keluarga rombongan KM Arupadhatu I.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kecocokan DNA sehingga jasad tersebut diidentifikasi sebagai Surakman, 60 tahun. Jenazah ditemukan warga di pesisir Desa Kahyapu, Pulau Enggano.

Surakman merupakan bagian dari delapan orang yang berada di KM Arupadhatu I saat hilang kontak di Selat Sunda pada Senin (7/9/2026). Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu.

Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Anadolu Firdaus Wajidi dari Anadolu, dan Donal Husni sebagai jurnalis lepas. Sementara dua kru kapal lainnya adalah Warta selaku kapten kapal dan Heriyanto sebagai pemandu.

Operasi SAR gabungan sebelumnya dihentikan setelah 10 hari pencarian karena tim tidak menemukan tanda keberadaan delapan orang maupun kapal KM Arupadhatu I. Meski demikian, pencarian dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru yang terkonfirmasi.

Topik Menarik