Kota Makkah Diserang, Raja Salman Sebut Houthi Teroris
RIYADH, iNews.id - Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menyebut kelompok Houthi Yaman sebagai milisi teroris. Raja Arab Saudi itu juga menuduh Houthi sengaja menyerang Kota Suci Makkah berulang kali.
Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Raja Salman dalam rapat kabinet, Selasa (22/9/2026), sebagaimana dilaporkan kantor berita SPA. Sang pemimpin monarki sangat jarang mengomentari isu terkini karena sebagian besar urusan pemerintahan dan kerajaan dilakukan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).
Serangan Houthi ke Arab Saudi juga merenggut satu nyawa pada akhir pekan lalu, yakni seorang warga Yaman yang tinggal di Taif.
Raja Salman menyebut penargetan Makkah sebagai bentuk kejahatan yang keji dan provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia.
Arab Saudi pekan lalu mencegat drone yang diluncurkan Houthi menuju Makkah. Kelompok militan yang didukung Iran itu membantah tuduhan tersebut.
Pemimpin Houthi Abdel Malik Al Houthi menyalahkan Israel di balik serangan itu.
Serangan Houthi ke Makkah memicu aktifnya peringatan serangan udara sejak hampir 10 tahun silam. Sistem keamanan diaktifkan di Makkah.
Raja Salman juga menyinggung pertemuan Pangeran MBS dan Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi di Kairo pekan lalu, serta pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang upaya meningkatkan stabilitas di kawasan serta keamanan dan kebebasan navigasi maritim.
Serangan rudal dan drone Houthi semakin sering menargetkan kota-kota Saudi, infrastruktur energi, dan pelayaran.
Pasukan koalisi pimpinan Saudi telah mencegat rudal balistik yang ditembakkan ke arah Ibu Kota Riyadh, menyebabkan kepulan asap hitam di area penyimpanan bahan bakar Bandara Internasional King Khalid.









