Tijjani Reijnders Akui Uang Jadi Alasan Tinggalkan Man City, Ogah Kerja setelah Pensiun

Tijjani Reijnders Akui Uang Jadi Alasan Tinggalkan Man City, Ogah Kerja setelah Pensiun

Olahraga | inews | Rabu, 23 September 2026 - 13:00
share

JAKARTA, iNews.id - Tijjani Reijnders mengakui faktor uang menjadi salah satu alasan utama dirinya meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan klub Liga Arab Saudi, Al Qadsiah.

Gelandang Timnas Belanda itu mengakhiri kariernya bersama Manchester City setelah hanya satu musim. Reijnders kemudian memilih melanjutkan perjalanan di Arab Saudi setelah Al Qadsiah memenuhi banderol yang dipasang Manchester City sebesar 60 juta pounds atau sekitar Rp1,42 triliun.

Kepindahan tersebut terjadi setelah Enzo Maresca ditunjuk sebagai pelatih baru Manchester City. Pelatih asal Italia itu langsung melakukan perombakan di lini tengah dengan mendatangkan Elliot Anderson, Ayoub Bouaddi, dan Enzo Fernandez.

Situasi tersebut membuat posisi Reijnders dalam persaingan lini tengah Manchester City berpotensi semakin terdesak. Di tengah kondisi itu, Al Qadsiah datang dengan tawaran yang mampu memenuhi valuasi Manchester City.

Atletico Madrid sebelumnya juga menunjukkan ketertarikan kepada Reijnders. Namun, kepindahan ke klub Spanyol tersebut tidak terwujud setelah kedua klub gagal mencapai kesepakatan mengenai nilai transfer.

Al Qadsiah kemudian menjadi pilihan Reijnders. Setelah menjalani enam pertandingan bersama klub barunya, pemain berusia 28 tahun itu akhirnya membuka alasan di balik keputusannya meninggalkan Manchester City.

Reijnders Terang-terangan Bicara Uang

Reijnders mengakui dirinya sebenarnya memiliki beberapa opsi lain. Namun, sejumlah peluang tidak terealisasi atau terhenti karena persoalan harga.

"Ada pilihan lain, tetapi tidak terwujud atau mereka terhenti karena persoalan harga yang diminta," ujar Reijnders kepada media Belanda Voetbalzone.

Dia kemudian dihadapkan pada pilihan untuk bertahan di Manchester City tanpa merasa sepenuhnya bahagia atau memulai petualangan baru bersama Al Qadsiah.

"Pada akhirnya, saya mulai berpikir: apakah saya ingin bertahan satu musim lagi di Manchester City tanpa sepenuhnya bahagia, atau saya memilih menjalani petualangan baru?" kata Reijnders.

"Ketika itu saya berbicara dengan Al Qadsiah dan pelatih. Setelah percakapan tersebut, saya menjadi sangat bersemangat," lanjutnya.

Saat ditanya secara langsung mengenai besarnya pengaruh uang dalam keputusannya pindah ke Arab Saudi, Reijnders tidak berusaha menutupinya. Dia bahkan secara terbuka menyebut faktor finansial memainkan peran penting.

"Uang jelas menjadi bagian dari keputusan itu. Setelah karier sepak bola saya berakhir, saya tidak ingin bekerja lagi," ujar Reijnders.

Menurut Reijnders, kondisi finansial setelah meninggalkan Manchester City sebenarnya sudah cukup untuk membuat dirinya tidak perlu bekerja lagi. Namun, kepindahan ke Arab Saudi membuat dia merasa bisa memberikan keamanan finansial untuk generasi berikutnya dalam keluarganya.

"Saya sebenarnya tidak perlu bekerja setelah meninggalkan Manchester City, tetapi sekarang saya juga bisa membantu generasi masa depan keluarga saya," katanya.

"Keamanan menjadi prioritas. Saya tidak akan berbohong soal itu, jika cucu-cucu saya bisa hidup dari ini, lalu mengapa saya tidak mengambilnya?" ujar Reijnders.

Reijnders juga menanggapi anggapan sejumlah pihak yang menilai pemain memilih Arab Saudi semata-mata untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar. Menurut dia, keputusan tersebut tidak mudah ditolak ketika tawaran finansial yang datang berada pada level yang sangat tinggi.

"Ketika Anda ditawari gaji sebesar itu, coba saja katakan tidak," kata Reijnders.

"Semua orang bisa mengambil posisi moral yang tinggi dan mengatakan, 'Saya tidak akan pernah melakukan itu,' tetapi saya cukup yakin sebagian besar orang akan menerimanya. Bahkan, sebagian besar orang mungkin akan menerima promosi dalam pekerjaan mereka sendiri," tuturnya.

"Kita berbicara tentang uang dalam jumlah yang hampir mustahil untuk ditolak," tambah Reijnders.

Meski memilih Liga Arab Saudi, Reijnders membantah anggapan kariernya akan berakhir karena meninggalkan kompetisi papan atas Eropa. Dia menilai perpindahan tersebut tidak otomatis membuat perjalanan profesional seorang pemain berhenti.

"Saya pikir banyak orang percaya karier seorang pemain berakhir ketika pindah ke Arab Saudi, tetapi itu tidak benar," ucapnya.

Reijnders juga masih mendapatkan kepercayaan dari Timnas Belanda. Pelatih Timnas Belanda, Xavi, memanggil pemain tersebut untuk menghadapi rangkaian pertandingan internasional mendatang melawan Jerman, Serbia, dan Yunani di Nations League.

Keputusan Reijnders pindah ke Al Qadsiah dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan kelanjutan karier di lapangan. Dia secara terbuka menempatkan keamanan finansial keluarga sebagai salah satu pertimbangan utama dalam memilih meninggalkan Manchester City menuju Liga Arab Saudi.

Topik Menarik