Karhutla Kepung Kalimantan! Anggota DPRD Mempawah Diduga Bakar Lahan untuk Sawit, Polisi Langsung Olah TKP

Karhutla Kepung Kalimantan! Anggota DPRD Mempawah Diduga Bakar Lahan untuk Sawit, Polisi Langsung Olah TKP

Berita Utama | inews | Rabu, 23 September 2026 - 10:06
share

MEMPAWAH, iNews.id - Video anggota DPRD Mempawah, Kalimantan Barat, berinisial CH yang diduga membakar lahan untuk membuka area perkebunan kelapa sawit viral di media sosial. Berdasarkan penelusuran, video tersebut sebelumnya diunggah melalui akun media sosial pribadi CH. Namun, unggahan itu kini telah dihapus.

Meski demikian, rekaman video tersebut telanjur beredar luas setelah diunggah ulang sejumlah akun media sosial. Dalam video itu, CH terlihat memperlihatkan kondisi lahan yang sedang terbakar. Sejumlah tanaman sawit juga tampak berada di sekitar lokasi.

CH menyebut lahan tersebut sebelumnya ikut terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, dia mengaku kembali membakar bagian lahan yang belum tersentuh api untuk membuka area tersebut.

Lahan yang dibakar itu diduga akan dimanfaatkan untuk memperluas area perkebunan sawit.

"Kawan-kawan ini bekas kebakaran kemarin, kita bakar lagi sekalian, langsung buka lahan."

"Sawit yang kena kebakaran di belakang, kita tambah," kata CH dalam video tersebut.

Polisi Olah TKP
Polres Mempawah kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait pembakaran lahan yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD tersebut. Langkah ini dilakukan setelah video aktivitas pembakaran lahan viral di media sosial.

Olah TKP dilakukan Satreskrim Polres Mempawah bersama Polsek Mempawah Hilir dan Tim Inafis.

Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan, personel diturunkan untuk mengecek langsung lokasi yang berkaitan dengan video tersebut.

“Untuk memastikan fakta yang sebenarnya, kami melakukan olah TKP terlebih dahulu. Kami ingin melihat langsung kondisi lokasi dan mengumpulkan bukti yang ada, termasuk saksi maupun keterangan lain yang diperlukan,” ujarnya dikutip Senin (21/9/2026).

Menurut Ade Chandra, polisi tidak hanya menjadikan video yang beredar di media sosial sebagai dasar pemeriksaan. Penyidik juga akan mengumpulkan berbagai bukti untuk mengetahui fakta sebenarnya mengenai aktivitas pembakaran lahan tersebut.

“Video yang beredar di media sosial menjadi informasi awal bagi kami. Selanjutnya akan kami cek dan dalami di lapangan. Semua harus berdasarkan fakta dan bukti,” katanya.

Dalam proses penyelidikan, polisi memeriksa lokasi kejadian, mengumpulkan dokumentasi, meminta keterangan sejumlah pihak, serta mencari bukti pendukung lainnya.

Ade Chandra juga mengimbau masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait dugaan pembakaran lahan tersebut sebelum proses pemeriksaan selesai.

“Kami akan bekerja secara profesional dan sesuai prosedur, serta akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya.

Hingga kini, Polres Mempawah masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta dan rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi di lokasi.

Topik Menarik