Kylian Mbappe Hampir Gabung Liverpool, Ibunya Sampai Jatuh Cinta dengan Anfield Sebelum Pilih PSG
LIVERPOOL, iNews.id – Kylian Mbappe ternyata hampir bergabung dengan Liverpool sebelum akhirnya memilih Paris Saint-Germain (PSG) pada 2017. Bintang Real Madrid itu mengungkap peran besar sang ibu yang sempat mendorong dirinya pindah ke Anfield dan bekerja sama dengan pelatih Jurgen Klopp.
Saat itu, Mbappe masih menjadi pemain muda AS Monaco yang sedang mencuri perhatian dunia sepak bola. Sejumlah klub besar Eropa mulai mengejar tanda tangannya, termasuk PSG dan Liverpool.
PSG akhirnya berhasil mendapatkan Mbappe dengan nilai transfer sekitar 205 juta dolar AS
(sekitar Rp3,66 triliun), menjadikannya salah satu transfer termahal dalam sejarah sepak bola. Namun, Liverpool sebenarnya juga memiliki ketertarikan besar terhadap pemain asal Prancis tersebut.
Masalahnya, Liverpool saat itu tidak mampu menyamai struktur gaji yang ditawarkan PSG di bawah kepemilikan Qatar Sports Investments (QSI). Meski begitu, Mbappe mengaku sempat membuka peluang untuk bergabung dengan Liverpool dan bahkan melakukan pembicaraan langsung dengan Klopp.
Ibunda Mbappe Terpikat dengan Liverpool
Dalam wawancara bersama The Athletic, Mbappe menceritakan bagaimana sang ibu memiliki peran penting dalam ketertarikannya terhadap Liverpool.
"Saat itu saya masih bermain di Monaco. Saya harus mengambil keputusan. Dan ya, saya sudah dekat dengan Liverpool. Ibu saya adalah penggemar berat Jurgen Klopp dan tujuan favorit ibu saya adalah Liverpool. Dia ingin saya pergi ke sana," ujar Mbappe.
Mbappe mengatakan sang ibu bahkan datang langsung ke Liverpool untuk melihat klub tersebut lebih dekat. Dia mengunjungi kota, stadion, serta bertemu dengan sejumlah orang di lingkungan klub.
"Dia pergi ke sana untuk tahap awal negosiasi. Dia pergi ke kota, stadion, bertemu orang-orang. Dia mengatakan Liverpool adalah klub yang luar biasa, semua orang sangat baik, klub keluarga, klub besar," kata Mbappe.
Sang ibu juga sempat merasakan atmosfer Anfield secara langsung. Dia menonton beberapa pertandingan Liverpool untuk membayangkan putranya bermain di stadion tersebut.
"Dia pergi ke Anfield dan jatuh cinta dengan tempat itu. Dia menonton beberapa pertandingan sendirian untuk merasakan atmosfernya, karena dia ingin membayangkan saya berada di stadion itu," ungkap Mbappe.
Mbappe mengaku dirinya dan sang ibu sering berdiskusi mengenai pilihan klub. Namun, pada akhirnya dia memilih bertahan di Prancis karena ingin membuktikan diri di kota kelahirannya, Paris.
"Saya tidak mendengarkan karena saya ingin bermain di kota saya, Paris. Saya tidak ingin meninggalkan negara saya sebelum saya menjadi seseorang," tutur Mbappe.
Pertemuan Rahasia dengan Klopp di Pesawat
Negosiasi antara Liverpool dan Mbappe bahkan dilakukan secara rahasia di atas pesawat pribadi. Pertemuan tersebut berlangsung saat pesawat terbang dari Blackpool menuju Nice untuk menjemput Mbappe sebelum berputar di wilayah udara Prancis.
Mbappe mengatakan Klopp menjelaskan proyek Liverpool dalam pertemuan tersebut. Namun, dia merasa tidak perlu banyak diyakinkan karena sudah memiliki rasa hormat besar terhadap pelatih asal Jerman itu.
"Saya berkata kepadanya, 'Anda tidak perlu meyakinkan saya. Anda adalah Jurgen Klopp, ini Liverpool, klub besar. Tentu saja jika saya berada di sini, berarti saya memiliki ketertarikan'," ujar Mbappe.
Menurut Mbappe, saat itu semua pilihan yang tersedia merupakan keputusan besar karena melibatkan klub-klub terbaik dunia.
"Keputusan apa pun yang saya ambil akan menjadi keputusan yang baik karena kami membicarakan beberapa klub terbesar di dunia," katanya.
Meski memiliki peluang bergabung dengan Liverpool, Mbappe akhirnya memilih PSG. Dia merasa kesempatan bermain untuk klub dari kota kelahirannya menjadi pengalaman yang tidak bisa digantikan.
"Karena saya lahir dan besar di Paris, tidak ada perasaan yang lebih baik daripada menunjukkan saya bisa menjadi seorang bintang di kota asal saya," ujar Mbappe.
Kini Mbappe telah menjadi salah satu pemain terbesar dunia setelah memperkuat PSG dan kemudian pindah ke Real Madrid. Namun, kisah tentang dirinya yang hampir mengenakan seragam Liverpool tetap menjadi salah satu cerita transfer paling menarik dalam kariernya.










