Bahlil Ungkap Alasan Belum Teken Kesepakatan Jaringan Listrik ASEAN

Bahlil Ungkap Alasan Belum Teken Kesepakatan Jaringan Listrik ASEAN

Berita Utama | inews | Selasa, 22 September 2026 - 13:32
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia belum menandatangani kesepakatan terkait ASEAN Power Grid. Dia menilai, skema kerja sama tersebut belum memberikan keuntungan yang adil bagi seluruh pihak.

Bahlil mengatakan, Menteri Energi Malaysia sebelumnya telah berkomunikasi dengannya mengenai rencana pengembangan ASEAN Power Grid. Menurutnya, Indonesia pada prinsipnya terbuka terhadap kerja sama integrasi jaringan listrik di kawasan ASEAN.

"Karena betul, itu saya belum tanda tangan. Karena hitungan saya belum win-win. Kalau sudah win-win, saya akan tanda tangan," kata Bahlil dalam pidatonya pada acara Electricity 2026 di ICE BSD Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Bahlil menegaskan, prinsip win-win dalam kerja sama energi bukan hanya soal kedua negara sama-sama memperoleh keuntungan. Pembagian manfaat juga harus dilakukan secara adil.

"Win-win itu untung bagi kamu, untung juga bagi kita. Dan untungnya harus adil. Bukan kamu untung 70, kita untung 30. Itu bukan win-win," ujarnya.

Dia menyebut, Indonesia terbuka bekerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk dalam perdagangan listrik. Bahlil bahkan tidak mempermasalahkan jika negara tetangga ingin membeli atau mengimpor listrik dari Indonesia.

Namun, dia menekankan kerja sama energi harus dibangun berdasarkan prinsip saling menghargai dan memberikan manfaat bagi masing-masing negara.

"Kita pingin untuk berkawan kepada semua orang. Tetapi perkawanan itu harus dimaknai sebagai bentuk etika baik, dengan saling menghargai," tuturnya.

Di sisi lain, Bahlil menegaskan Indonesia tetap mendorong kolaborasi energi dengan negara-negara ASEAN maupun dunia. Menurut dia, tidak ada negara yang dapat membangun sektor energi secara mandiri tanpa membutuhkan kerja sama dengan negara lain.

"Tidak ada sebuah negara hebat tanpa ada kolaborasi. Kita harus berkolaborasi. Kolaborasi sama Asia Tenggara, sesama ASEAN, sesama dunia," ucapnya.

Dia menilai, integrasi energi kawasan melalui ASEAN Power Grid dapat menjadi bagian dari kolaborasi tersebut. Namun, kerja sama itu harus memberikan manfaat yang seimbang bagi seluruh pihak.

Topik Menarik