Banjir Bandang Terjang Solok, Material Galodo Timbun Kantor Bupati dan Rumah Warga

Banjir Bandang Terjang Solok, Material Galodo Timbun Kantor Bupati dan Rumah Warga

Terkini | inews | Selasa, 22 September 2026 - 10:52
share

SOLOK, iNews.id - Banjir bandang atau galodo menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam. Material lumpur, batu, kayu, dan longsoran menimbun area permukiman hingga fasilitas pemerintahan.

Banjir bandang menerjang kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, sekitar pukul 20.10 WIB. Arus deras membawa material hingga menutup akses jalan utama di sekitar kompleks Kantor Bupati Solok.

Sejumlah bangunan pemerintahan ikut terdampak akibat terjangan material galodo. Kondisi tersebut membuat akses menuju kawasan perkantoran terganggu dan menyebabkan kemacetan panjang di sekitar Arosuka.

Tidak hanya fasilitas pemerintahan, sejumlah rumah warga juga dilaporkan rusak diterjang banjir bandang. Informasi sementara menyebut terdapat warga yang mengalami luka akibat terkena material banjir. Jumlah dan kondisi korban masih dalam pendataan.

Sejumlah warga terdampak memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Mereka masih bertahan di tempat pengungsian sambil menunggu proses penanganan dan pemulihan wilayah terdampak.

Pasca-bencana, petugas mengerahkan alat berat untuk membersihkan material lumpur dan longsoran yang menutup akses jalan menuju kawasan Kantor Bupati Solok. Pembersihan dilakukan untuk membuka kembali akses yang sempat tertutup material galodo.

Selain kawasan perkantoran, material banjir bandang juga menutup akses jalan Solok-Padang. Sejumlah titik lain di Kabupaten Solok turut dilanda longsor.

Di tengah proses penanganan, tim SAR gabungan bersama personel Brimob Polda Sumatera Barat masih melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang.

Warga tersebut diketahui bernama Dafa (20). Dia diduga terseret arus deras saat galodo menerjang kawasan Kayu Aro, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin malam.

Sebanyak 150 personel Brimob Polda Sumbar dikerahkan bersama Basarnas, BPBD, TNI, relawan, dan unsur gabungan lainnya. Tim melakukan penyisiran di dua lokasi, yakni Nagari Kayu Aro dan Koto Gaek.

Petugas juga memeriksa area puing bangunan yang terdampak terjangan lumpur, batu, dan kayu. Pencarian terhadap warga yang hilang masih terus dilakukan.

Hingga Selasa (22/9/2026), penanganan bencana masih berlangsung. Tim gabungan berfokus pada pencarian korban, pembersihan material, penanganan warga terdampak, serta pemulihan akses menuju kawasan pemerintahan Kabupaten Solok.

Topik Menarik