Ban Mobil Tipis Sebelah, Jangan Diabaikan Ini 8 Hal Penting Harus Diperhatikan
JAKARTA, iNews.id - Ban mobil tipis sebelah jangan dianggap sebagai masalah biasa. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada tekanan ban, kaki-kaki, suspensi, hingga keselarasan roda yang perlu segera diperiksa.
Keausan yang tidak merata juga dapat memengaruhi daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi mengganggu kestabilan mobil, terutama saat menikung atau melaju di jalan basah.
Sebab itu, pemilik kendaraan perlu memperhatikan sejumlah hal saat menemukan ban mobil aus sebelah. Dilansir dari laman Suzuki berikut ulasannya.
1. Periksa Ketebalan Telapak Ban
Langkah pertama adalah memeriksa kondisi telapak ban. Bandingkan ketebalan sisi dalam, tengah, dan luar telapak untuk mengetahui apakah terjadi keausan tidak merata.
Perhatikan pula Tread Wear Indicator (TWI) yang terdapat pada alur telapak ban. Jika permukaan ban sudah sejajar dengan indikator tersebut, ban perlu segera diganti.
2. Cek Tekanan Angin
Tekanan angin yang tidak sesuai dapat memengaruhi pola keausan ban. Tekanan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi membuat distribusi tekanan pada telapak ban menjadi tidak optimal.
Periksa tekanan ban secara berkala dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Informasi tersebut biasanya tercantum pada stiker di pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.
3. Periksa Kondisi Kaki-Kaki
Ban yang tipis sebelah bisa menjadi indikasi adanya masalah pada kaki-kaki mobil. Komponen seperti ball joint, tie rod, bushing, dan komponen suspensi perlu diperiksa jika terdapat gejala kelonggaran atau posisi roda tidak normal.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan di bengkel agar kondisi setiap komponen dapat diketahui dengan tepat.
4. Perhatikan Kondisi Shockbreaker
Shockbreaker yang lemah atau mengalami kebocoran dapat membuat roda tidak bekerja secara optimal ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat keausan ban.
Gejala yang dapat diperhatikan antara lain mobil terasa limbung, muncul bunyi dari area suspensi, atau terdapat rembesan oli pada shockbreaker.
5. Periksa Spooring dan Alignment
Keselarasan roda atau alignment yang tidak sesuai dapat membuat permukaan ban menapak secara tidak merata. Salah satu penyebabnya adalah sudut camber atau toe yang berubah dari spesifikasi.
Jika ban mengalami keausan pada salah satu sisi, pemeriksaan alignment perlu dilakukan. Spooring dapat digunakan untuk mengembalikan sudut roda sesuai spesifikasi kendaraan.
6. Lakukan Balancing
Balancing berfungsi menjaga keseimbangan putaran roda. Roda yang tidak seimbang dapat menimbulkan getaran pada setir atau bodi kendaraan ketika melaju pada kecepatan tertentu.
Meski balancing tidak secara langsung memperbaiki ban yang sudah aus sebelah, pemeriksaan ini penting untuk memastikan roda dapat berputar dengan stabil.
7. Periksa Kondisi Ban Lainnya
Jangan hanya memeriksa ban yang terlihat tipis sebelah. Periksa seluruh ban untuk mengetahui apakah terdapat pola keausan yang sama atau kerusakan lain seperti retak, benjol, dan benda asing yang menancap.
Jika satu ban sudah mengalami keausan parah, konsultasikan dengan teknisi mengenai kondisi ban lainnya sebelum melakukan penggantian.
8. Evaluasi Gaya Mengemudi
Kebiasaan mengemudi juga dapat memengaruhi umur pakai ban. Akselerasi mendadak, pengereman keras, dan menikung dengan kecepatan tinggi dapat meningkatkan beban dan gesekan pada ban. Mengemudi secara halus serta menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan dapat membantu mengurangi keausan berlebihan.
Ban mobil yang tipis sebelah merupakan tanda yang sebaiknya tidak diabaikan. Penyebabnya dapat berasal dari tekanan angin yang tidak sesuai, masalah alignment, hingga komponen kaki-kaki yang mengalami keausan.
Jika ditemukan keausan yang cukup parah atau ban sudah mencapai batas TWI, penggantian ban perlu dilakukan. Namun, sumber masalah juga harus diperbaiki agar ban pengganti tidak kembali mengalami keausan yang sama.
Pemeriksaan tekanan angin secara rutin, pengecekan kaki-kaki, serta spooring, balancing, dan rotasi ban sesuai kebutuhan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi ban dan kestabilan kendaraan.

