Pemilik Travel PT Annisa Kabur, Ribuan Calon Jemaah Umrah di Jombang Kebingungan
JOMBANG, iNews.id – Ribuan calon Jemaah umrah mendatangi Kantor PT Annisa Ahmada Travelindo di Jalan Wahid Hasyim, Kabupaten Jombang. Namun, mereka yang sedianya berangkat dalam bulan ini harus kecewa lantaran kantor ravel tersebut kini sudah tutup.
Pemilik travel juga menghilang dan tidak dapat dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Padahal, calon jemaah telah menyetorkan uang pelunasan berkisar antara Rp25 juta hingga Rp30 juta per orang.
"Kami kebingungan karena kantornya selalu tutup dan pemilik tidak bisa dihubungi. Padahal uang sudah masuk puluhan juta. Kami minta pemerintah membantu pengembalian uang kami," kata calon jemaah umrah, Abi Yasin, Senin (21/9/2026).
Lantaran kepanikan tersebut, sebagian calon jamaah mendatangi Kantor Kementerian Haji Kabupaten Jombang untuk meminta perlindungan dan pengawalan pengembalian dana (refund).
Dugaan Korupsi Transfer Pricing PT TPL, Praktisi Hukum Nicholay: Sukanto Tanoto Patut Diperiksa
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menyatakan pihaknya tengah menginventarisasi laporan warga dan berkoordinasi langsung dengan Kanwil Kementerian Haji Jawa Timur untuk penanganan hukum serta langkah mediasi lanjutan bagi para korban.
Kementerian Haji sebelumnya telah mencabut izin operasional travel umroh PT Annisa Ahmada Travelindo. Sanksi tegas ini dijatuhkan usai travel tersebut menelantarkan 80 jamaah umrah asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, hingga tertahan selama lima hari di Makkah, Arab Saudi akibat tidak dipasok tiket pulang.
Keputusan pencabutan izin tersebut kini berbuntut panjang. Ribuan calon jamaah umrah lain yang sudah terlanjur mendaftar dan melunasi biaya perjalanan kini dilanda kebingungan lantaran pengelola travel mendadak menghilang.
Sebelumnya, sebanyak 80 jamaah umrah asal Jombang yang tertahan di Makkah akhirnya berhasil kembali ke Tanah Air. Mereka terpaksa merogoh kocek pribadi sebesar Rp7 juta per orang untuk membeli tiket pesawat pulang secara mandiri.
Kedatangan para jamaah di kampung halaman disambut tangis haru oleh sanak keluarga yang telah cemas menunggu kepastian nasib mereka.
"Kami terpaksa membeli tiket sendiri agar bisa pulang ke Indonesia setelah lima hari tanpa kepastian dari pihak travel," ujar salah satu jamaah di lokasi penjemputan.










