Fakta Baru! Kesehatan Jantung Ternyata Berkaitan dengan Kondisi Sel
JAKARTA, iNews.id - Menjaga kesehatan jantung selama ini identik dengan mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah. Padahal, kesehatan kardiovaskular juga berkaitan dengan kondisi sel, termasuk kemampuan sel menghasilkan energi untuk menunjang kerja jantung.
Jantung merupakan salah satu organ yang membutuhkan energi sangat besar. Setiap saat, organ ini harus berkontraksi dan berelaksasi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Energi tersebut salah satunya dihasilkan oleh mitokondria, struktur kecil yang terdapat di dalam sel dan kerap disebut sebagai 'pembangkit energi' tubuh.
Dokter Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific Herbalife menjelaskan bahwa fungsi mitokondria memiliki kaitan penting dengan kerja jantung karena organ tersebut membutuhkan pasokan energi yang terus-menerus.
"Kesehatan kardiovaskular yang baik dimulai dari tingkat seluler, yaitu di dalam mitokondria. Penting untuk memahami berbagai nutrisi, baik yang berasal dari makanan maupun suplementasi yang ditujukan secara khusus, yang dapat membantu mendukung kesehatan jantung pada tingkat seluler," ujar dr Sae-Lao dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Pembuluh Darah Mengalami Penuaan
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, termasuk pada pembuluh darah. Proses tersebut dikenal sebagai vascular ageing atau penuaan pembuluh darah.
Penelitian menunjukkan bahwa perubahan pada pembuluh darah berlangsung secara bertahap dan dapat memengaruhi kesehatan kardiovaskular. Salah satu faktor yang ikut berperan dalam proses tersebut adalah perubahan fungsi mitokondria.
Ketika fungsi mitokondria menurun, kemampuan sel dalam menghasilkan energi dan menghadapi tekanan oksidatif juga dapat ikut berubah. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah seiring pertambahan usia.
Karena itu, menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan memperhatikan satu indikator, seperti tekanan darah. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, berat badan, kadar gula darah, kolesterol, serta kebiasaan menghindari nikotin juga menjadi bagian penting dari kesehatan kardiovaskular.
University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM, Mahasiswa Bisa Lanjut Tahun ke-2 di Australia
American Heart Association (AHA) merangkum faktor-faktor tersebut dalam delapan komponen kesehatan kardiovaskular yang dikenal sebagai Life's Essential 8.
Nutrisi untuk Mendukung Kerja Sel
Selain pola hidup sehat, sejumlah senyawa dan nutrisi juga diketahui memiliki peran dalam metabolisme energi dan fungsi sel.
Salah satunya adalah alpha lipoic acid (ALA), senyawa yang berperan sebagai antioksidan dan dapat ditemukan dalam sejumlah makanan seperti bayam, brokoli, tomat, serta kubis Brussel.
Ada pula nitric oxide (NO) yang berperan membantu pembuluh darah rileks dan melebar sehingga mendukung aliran darah. Produksi NO dapat didukung melalui aktivitas fisik serta konsumsi makanan yang mengandung nitrat, seperti bayam dan bit.
Kreatin juga berkaitan dengan sistem energi sel. Di dalam otot, termasuk otot jantung, kreatin berperan dalam membantu menjaga ketersediaan energi dalam bentuk ATP yang dibutuhkan untuk aktivitas sel.
Sementara itu, coenzyme Q10 (CoQ10) merupakan senyawa yang secara alami diproduksi tubuh dan terlibat dalam proses produksi energi di dalam sel. CoQ10 juga memiliki fungsi antioksidan.
Meski demikian, kebutuhan utama tubuh tetap perlu diperoleh melalui pola makan yang seimbang. Penggunaan suplemen sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan dan dapat dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu atau mengonsumsi obat secara rutin.
"Pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang rutin, tidur yang berkualitas, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular. ALA, NO, kreatin, dan CoQ10 dapat memberikan dukungan tambahan bagi sistem energi yang dibutuhkan oleh jantung," kata dr Sae-Lao.
Dengan demikian, menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal mengukur tekanan darah secara rutin. Kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan pembuluh darah dan fungsi sel juga menjadi bagian dari upaya menjaga jantung tetap bekerja secara optimal seiring bertambahnya usia.










