IDAI Ungkap Influenza A Cepat Bermutasi Bisa Picu Pandemi

IDAI Ungkap Influenza A Cepat Bermutasi Bisa Picu Pandemi

Gaya Hidup | inews | Senin, 21 September 2026 - 08:29
share

JAKARTA, iNews.id - Kasus Influenza A menjadi perhatian, terutama bagi orang tua yang memiliki anak balita atau masih kecil. Meski kasus di Indonesia saat ini belum menunjukkan lonjakan signifikan, masyarakat tetap diminta waspada karena virus tersebut memiliki daya tular tinggi dan kemampuan bermutasi dengan cepat.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof DR dr Anggraini Alam, Sp.A, Subsp. IPT(K), menjelaskan virus influenza memiliki struktur permukaan yang dikelilingi tonjolan berupa hemaglutinin dan neuraminidase.

Kedua elemen tersebut berperan dalam membantu virus menempel pada sel tubuh sekaligus berkaitan dengan proses perubahan atau mutasi virus.

Dari sejumlah tipe virus influenza yang beredar, tipe A dan B merupakan yang paling sering menginfeksi manusia. Sementara itu, Influenza A dengan subtipe H1N1 dan H3N2 menjadi tipe yang banyak ditemukan dalam sirkulasi.

Prof Anggraini mengatakan Influenza A perlu mendapat perhatian karena memiliki kemampuan bermutasi dengan cepat. Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada virus yang menginfeksi manusia, tetapi juga berkaitan dengan virus influenza pada hewan.

"Ini yang paling sering terjadi adalah justru flu A, datanya paling tinggi. Ternyata flu A ini yang kita harus hati-hati karena dia ini hobinya cepat sekali mutasi, tidak hanya manusia, hewan pun juga, dan terutama menjadi perhatian kita adalah babi," kata Prof Anggraini dalam konferensi pers daring yang digelar IDAI dilansir Senin (21/9/2026).

Menurutnya, kemampuan Influenza A untuk mengalami perubahan genetik menjadi salah satu alasan virus tersebut perlu diwaspadai. Dalam sejarahnya, perubahan pada virus Influenza A juga pernah berkaitan dengan terjadinya pandemi besar.

"Mutasinya, ini yang A ini bisa menyebabkan pandemi sebagaimana dulu pandemi Spanish Flu, kemudian pandemi pada saat ada Mexican atau Swine Flu kalau masih ingat semuanya," katanya.

Kelompok Rentan

Pada dasarnya, siapa pun dari berbagai kelompok usia dapat terinfeksi virus influenza A maupun B. Namun, tingkat keparahan infeksi dapat berbeda pada setiap orang.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala berat maupun komplikasi akibat infeksi influenza.

Prof Anggraini menjelaskan perubahan genetik pada virus influenza dapat terjadi melalui dua mekanisme, yakni antigenic drift dan antigenic shift.

Antigenic drift merupakan perubahan kecil pada virus yang berlangsung secara berkala. Sementara antigenic shift merupakan perubahan besar pada struktur virus yang dapat terjadi secara mendadak.

Ketika terjadi perubahan pada struktur virus, sistem kekebalan tubuh manusia dapat kesulitan mengenali virus tersebut karena belum memiliki antibodi yang sesuai.

"Karena manusia itu belum memiliki antibodinya, sehingga tidak heran kok lebih berat, kok lebih luas penyebarannya," kata Prof Anggraini.

Vaksinasi Jadi Salah Satu Pencegahan

Untuk melindungi diri dan keluarga, masyarakat dianjurkan menerapkan langkah pencegahan, termasuk vaksinasi influenza secara rutin.

IDAI menyebut vaksinasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mencegah infeksi influenza A dan B sekaligus menurunkan risiko komplikasi akibat penyakit tersebut.

"Sudah bisa flu A dan B ini kita cegah dengan vaksinasi. Nah, ini yang kita katakan tadi, takut deh kita mengalami mutasi, semoga tidak terjadi yang kita katakan antigenic shift," katanya.

Topik Menarik