Dani Pedrosa Beri Saran Tak Biasa untuk Pecco Bagnaia
JAKARTA, iNews.id - Pecco Bagnaia mendapat saran tak biasa dari legenda MotoGP Dani Pedrosa di tengah keterpurukannya bersama Ducati.
Pedrosa meminta Bagnaia untuk sementara berhenti memikirkan hasil balapan dan mengalihkan perhatian sepenuhnya pada kemampuan mengendarai motor. Menurut dia, cara tersebut dapat membantu pembalap Italia itu mengembalikan feeling dan kepercayaan diri.
Bagnaia memang sedang melalui periode sulit sejak MotoGP kembali bergulir setelah jeda musim panas. Dalam tiga seri terakhir sejak Grand Prix Inggris, juara dunia MotoGP dua kali itu selalu mengalami kecelakaan hingga gagal menyelesaikan balapan.
Masalah Bagnaia juga terlihat dalam sesi kualifikasi. Dia sudah empat kali beruntun harus memulai dari Q1, sementara rekan setimnya di Ducati, Marc Marquez, justru tampil dominan.
Marquez berhasil memenangi lima dari tujuh balapan terakhir dan kini memimpin klasemen kejuaraan. Situasi tersebut membuat perbedaan performa kedua pembalap Ducati semakin terlihat.
Bagnaia sepanjang musim ini juga menghadapi persoalan grip belakang pada motor Ducati. Sebelum jeda musim panas, masalah tersebut masih memungkinkan dia bersaing untuk meraih podium.
Namun, situasinya memburuk sejak Silverstone. Ducati juga belum menemukan solusi untuk mengatasi persoalan yang menghambat performa Bagnaia.
Pedrosa Minta Bagnaia Lupakan Hasil
Ketegangan antara Bagnaia dan Ducati kembali terlihat di Misano. Kamera DAZN menangkap Bagnaia mengatakan timnya "tidak mengizinkannya" mencoba setelan standar pada motor GP26 miliknya.
Pedrosa, yang merupakan pemenang 31 balapan MotoGP sekaligus pengamat untuk DAZN, melihat Bagnaia perlu mengubah fokus. Dia menilai pembalap berusia tersebut harus lebih memikirkan proses mengendarai motor daripada hasil akhir.
"Saya tahu apa yang akan saya katakan ini akan terdengar aneh, karena kita berada di kejuaraan dunia dan hasil adalah hal yang paling penting, tetapi saya pikir Bagnaia harus berhenti memikirkan hasil," kata Pedrosa di DAZN.
Menurut Pedrosa, Bagnaia perlu membangun kembali kemampuan dan kenyamanannya saat mengendarai motor secara bertahap.
"Dia harus lebih fokus pada mengendarai motor, secara bertahap mendapatkan kembali performanya saat mengendarai motor," ujar Pedrosa.
Pedrosa menjelaskan persoalan feeling memiliki hubungan erat dengan kepercayaan diri pembalap. Ketika rasa percaya diri hilang, pembalap akan kesulitan mengendarai motor dengan nyaman.
"Mengendarai motor akan kembali dengan feeling, itu jelas. Ketika Anda kehilangan kepercayaan diri, Anda tidak bisa mengendarai motor dengan nyaman," tutur Pedrosa.
Menurut dia, terlalu memikirkan hasil justru dapat membuat setiap masalah terasa semakin berat. Bagnaia berpotensi menilai segala sesuatu secara lebih negatif ketika terus memikirkan posisi start, kualifikasi, dan podium.
"Tetapi ketika Anda selalu memikirkan hasil, tentang tidak lolos Q2, tidak mendapatkan posisi start di baris depan, atau tidak berada di podium... Anda akan menilai segala sesuatu yang lain dengan lebih negatif," kata Pedrosa.
Pedrosa pun menyarankan Bagnaia mengesampingkan hasil untuk sementara. Fokus utama pembalap Ducati tersebut adalah mengembalikan rasa percaya diri dan feeling saat berada di atas motor.
"Saya pikir ini waktu yang tepat baginya untuk melupakan, dengan cara tertentu, hasil," ucap Pedrosa.
Meski begitu, Pedrosa mengakui menerapkan saran tersebut tidak mudah bagi Bagnaia. Status sebagai pembalap tim utama Ducati dan keberadaan Marc Marquez yang terus meraih kemenangan membuat tekanan semakin besar.
"Berada di tim resmi Ducati, dengan [Marc] Marquez yang menang di sebelahnya, hampir mustahil untuk melakukan itu, tetapi katakanlah itu hampir menjadi satu-satunya cara untuk mulai mendapatkan kembali feeling-nya," tandas Pedrosa.
Bagnaia kini menghadapi tantangan untuk mengakhiri periode sulit tersebut. Dengan persoalan grip belakang yang belum teratasi dan tekanan dari performa Marquez, saran Pedrosa mengarah pada satu hal: mengembalikan rasa percaya diri saat mengendarai Ducati sebelum kembali mengejar hasil.









