Istanbul Jadi Inspirasi Baru Modest Fashion, dari Ornamen Ottoman hingga Arsitektur Kota

Istanbul Jadi Inspirasi Baru Modest Fashion, dari Ornamen Ottoman hingga Arsitektur Kota

Gaya Hidup | inews | Rabu, 16 September 2026 - 13:28
share

JAKARTA, iNews.id - Istanbul kembali menunjukkan daya tariknya sebagai sumber inspirasi dunia fashion. Kota yang berada di persimpangan Eropa dan Asia tersebut menawarkan perpaduan sejarah, arsitektur, serta seni yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk desain modern, termasuk modest fashion.

Karakter visual Istanbul yang kuat terlihat dari peninggalan era Ottoman, ornamen floral, detail arsitektur hingga permainan tekstur yang menghiasi berbagai sudut kota. Elemen-elemen tersebut memberikan ruang bagi pelaku industri fashion untuk mengolah warisan budaya menjadi karya dengan tampilan yang lebih kontemporer.

Fenomena itu turut terlihat dalam perkembangan modest fashion yang semakin beragam. Busana dan aksesori tidak hanya mengutamakan aspek kesopanan, tetapi juga menjadikan motif, warna, serta cerita budaya sebagai bagian dari identitas sebuah koleksi.

Istanbul menjadi salah satu kota yang menawarkan kekayaan visual tersebut. Jejak Kesultanan Ottoman, misalnya, dikenal melalui penggunaan motif bunga, pola geometris dan ornamen dekoratif yang kemudian menjadi bagian dari perkembangan seni di kawasan tersebut.

Sementara itu, arsitektur Istanbul memperlihatkan pertemuan berbagai pengaruh budaya. Masjid, bangunan bersejarah, kubah, hingga detail interior menghadirkan bentuk-bentuk visual yang dapat diterjemahkan kembali ke dalam karya fashion.

Pendekatan semacam itu kemudian digunakan Buttonscarves melalui Istanbul Series. Koleksi tersebut mengambil inspirasi dari karakter visual Istanbul dengan menggabungkan ornamen floral Ottoman, bentuk arsitektur dan efek tekstur ke dalam desain scarf.

Istanbul Series pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 11 September 2026 dan akan diluncurkan di Turki pada 19 September 2026. Koleksi tersebut menjadi bagian dari langkah brand modest fashion Indonesia itu memperluas kehadirannya di pasar Turki setelah membuka digital store dan situs web khusus untuk pelanggan di negara tersebut sejak awal 2026.

Namun, pendekatan terhadap Istanbul tidak berhenti pada desain produk. Kisah mengenai kota tersebut juga diterjemahkan melalui storytelling dalam drama tujuh episode berjudul 'Postcard from Istanbul'.

Cerita tersebut mengikuti perjalanan Aisha, perempuan yang menemukan surat tersegel di antara barang-barang peninggalan mendiang neneknya di Jakarta. Surat tersebut kemudian membawanya ke Istanbul untuk mencari seseorang bernama Kaan.

Pertemuan keduanya perlahan membuka kembali kenangan masa kecil yang pernah mereka bagi. Perjalanan mengunjungi sejumlah tempat di Istanbul kemudian menjadi bagian dari cara cerita tersebut memperkenalkan karakter kota sekaligus hubungan kedua tokohnya.

Bagi Buttonscarves, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan dengan audiens melalui cerita, bukan hanya melalui produk fashion.

"Turki menjadi salah satu pasar penting bagi kami, terutama dengan perkembangan modest fashion yang begitu kuat di sana. Setelah menghadirkan platform penjualan digital pada awal tahun ini, kami ingin melangkah lebih jauh dari sekadar menyediakan produk," ujar Creative Director Buttonscarves, Mifthahul Jannah dalam keterangan resminya, Rabu (16/9/2026).

Menurut dia, Istanbul dipilih karena memiliki karakter visual dan budaya yang kuat serta berada di antara dua kawasan dengan latar budaya berbeda.

"Melalui Istanbul Series, kami ingin menghadirkan sesuatu yang terasa lebih dekat dengan para perempuan di Turki, dengan mengambil inspirasi dari keindahan kota yang berada di antara Eropa dan Asia," katanya.

Sementara itu, CEO Modinity Group Linda Anggrea mengatakan Turki memiliki posisi strategis karena industri modest fashion di negara tersebut telah berkembang, sekaligus menjadi penghubung antara pasar Eropa dan Asia.

"Turki merupakan pasar strategis bagi kami karena memiliki industri modest fashion yang telah berkembang kuat serta posisi yang menghubungkan Eropa dan Asia," ujar Linda.

Masuknya elemen budaya Istanbul ke dalam fashion menunjukkan bagaimana identitas sebuah kota dapat diterjemahkan melalui bahasa desain yang lebih modern. Motif dan ornamen yang memiliki akar sejarah tidak harus berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi dapat kembali hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan selera konsumen masa kini.

Di Indonesia, Istanbul Series tersedia dalam 14 pilihan warna, termasuk dua warna eksklusif melalui situs web dan selected stores. Sementara untuk pasar Turki, koleksi tersebut akan hadir dalam 10 pilihan warna eksklusif dengan format voile square dan shawl.

Dengan demikian, Istanbul tidak hanya menjadi latar sebuah cerita, tetapi juga menjadi sumber gagasan visual yang mempertemukan warisan budaya dengan perkembangan modest fashion kontemporer.

Topik Menarik