MU Cuma 4 Poin, Carrick Didesak Ubah Strategi dan Coret 1 Pemain

MU Cuma 4 Poin, Carrick Didesak Ubah Strategi dan Coret 1 Pemain

Olahraga | inews | Selasa, 15 September 2026 - 18:00
share

MANCHESTER, iNews.id - Manchester United berada dalam situasi mengkhawatirkan setelah hanya meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan awal Liga Inggris musim ini.

Kekalahan dari Manchester City dalam derbi pada Minggu (13/9/2026) malam semakin memperbesar tekanan kepada Michael Carrick. Hasil tersebut memang diwarnai kontroversi VAR, tetapi performa MU selama pertandingan juga menjadi persoalan serius.

Manchester United sebenarnya menghadapi City yang bermain dengan 10 pemain setelah Phil Foden mendapat kartu merah langsung pada menit ke-23 karena melakukan tendangan kepada Bruno Fernandes. Namun, keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan MU untuk mengamankan hasil positif.

Justru Manchester City mampu mencetak gol kemenangan melalui Erling Haaland pada menit ke-60. Gol tersebut kemudian menjadi kontroversi karena Enzo Fernandez disebut berusaha memainkan bola dalam posisi offside.

Kontroversi itu mendominasi pembicaraan setelah pertandingan. ProRef bahkan merilis pernyataan yang mengonfirmasi gol tersebut seharusnya tidak disahkan sehingga kekalahan MU semakin terasa menyakitkan.

Namun, persoalan Manchester United tidak berhenti pada keputusan VAR. Di balik kontroversi tersebut, performa tim asuhan Carrick dinilai masih jauh dari harapan.

MU baru mengoleksi satu kemenangan dari empat pertandingan pembuka Premier League. Dengan empat poin, Manchester United berada di posisi ke-13 klasemen, bahkan tertinggal dari tim promosi Hull dan Ipswich Town.

Situasi itu mulai membuat sebagian suporter mempertanyakan keputusan mempertahankan Carrick. Statusnya sebagai pelatih interim pada periode sebelumnya dinilai belum cukup untuk membuat dia mendapatkan kepercayaan penuh ketika banyak pilihan tersedia pada bursa musim panas.

Carrick Dituntut Berani Ubah Strategi

Carrick kini memasuki periode penting untuk membuktikan diri. Baru lima pertandingan dijalani pada awal musim, tetapi tekanan sudah meningkat tajam. Laga melawan Brighton di kompetisi EFL pada Rabu menjadi kesempatan penting untuk menghentikan tren buruk.

Kegagalan di laga tersebut akan menjadi persoalan besar bagi Carrick menjelang jeda internasional yang lebih panjang. Meski masih mendapat dukungan penuh dari jajaran petinggi klub, dia tetap dituntut segera menemukan formula yang mampu mengembalikan Manchester United ke jalur kemenangan.

Salah satu persoalan terbesar berada di lini depan. Carrick memilih menggunakan sistem false 9 dengan Matheus Cunha sebagai penyerang tengah, sementara Benjamin Sesko dan Joshua Zirkzee harus menunggu kesempatan.

Keputusan tersebut belum memberikan hasil maksimal. Serangan Manchester United terlihat kesulitan menciptakan peluang secara konsisten, sehingga efektivitas lini depan menjadi salah satu masalah utama yang harus segera diselesaikan.

Cunha memang selalu tampil sejak menit awal dalam lima pertandingan MU musim ini. Dia menjadi penyerang tengah pada seluruh pertandingan Premier League dan dimainkan sebagai winger kiri ketika menghadapi Sabah di Liga Champions.

Sejauh ini, Cunha baru mencetak satu gol, yakni ketika menghadapi klub Azerbaijan tersebut dalam kemenangan 5-0 pekan lalu. Dia juga menyumbangkan satu assist saat MU menang atas Ipswich.

Namun, kontribusi tersebut belum mampu menutup penampilan Cunha yang dinilai mengecewakan secara keseluruhan. Karena itu, Carrick didesak melakukan perubahan besar, salah satunya dengan memberikan kesempatan lebih banyak kepada Sesko.

Sesko sudah memperlihatkan kualitas meski mendapatkan menit bermain terbatas. Penyerang tersebut telah mencetak dua gol pada awal musim ini dan bisa menjadi alternatif untuk mengubah wajah serangan Manchester United.

Di sisi lain, Marcus Rashford juga sedang menunjukkan performa positif di posisi kiri. Carrick pernah membuat keputusan besar ketika baru datang ke Old Trafford musim lalu dengan menempatkan Cunha sebagai pemain yang harus berjuang dari bangku cadangan.

Cunha kemudian mampu merebut tempatnya melalui kontribusi dari bangku cadangan. Kini, situasi serupa dinilai perlu dipertimbangkan kembali oleh Carrick.

Masalah terbesar bagi sang pelatih bukan hanya hasil buruk, tetapi keberaniannya mengambil keputusan. Jika Carrick terus mempertahankan formula yang tidak efektif, tekanan terhadap posisinya akan semakin besar.

Manchester United membutuhkan perubahan sebelum situasi berkembang menjadi krisis lebih serius. Laga melawan Brighton dan Fulham menjadi momentum penting bagi Carrick untuk membuktikan keputusan taktisnya sekaligus menjaga masa depannya di Old Trafford.

Jika hasil buruk kembali terjadi, Carrick tidak hanya akan menghadapi kritik dari suporter. Posisi dia sebagai pelatih Manchester United juga berpotensi semakin sulit dipertahankan.

Topik Menarik