Pengacara Betrand Peto Duga Luka di Tubuh Pelapor akibat Jatuh, Bukan Kekerasan
JAKARTA, iNews.id - Pihak Betrand Peto alias Onyo membantah tudingan pelecehan seksual hingga kekerasan yang dilaporkan seorang perempuan berinisial ANW. Kuasa hukum Betrand bahkan mengungkap dugaan berbeda mengenai luka yang terdapat pada tubuh pelapor.
Kuasa hukum Betrand, Joseph Irianto, mengatakan pihaknya mendapat informasi dari sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan tersebut, luka pada tubuh pelapor diduga bukan akibat tindakan Betrand, melainkan karena terjatuh saat terjadi pertengkaran.
"Kami duga dari keterangan saksi yang ada di tempat tersebut, bahwa diduga pelapor ini ada jatuh dan mungkin ada peleraian saat ada pertengkaran. Bukan dilakukan oleh klien kami," ujar Joseph dalam konferensi pers, Senin (14/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan untuk membantah tudingan kekerasan maupun pemaksaan yang sebelumnya disampaikan pihak pelapor. Joseph menegaskan pihaknya tidak membenarkan adanya kekerasan seksual yang dilakukan oleh Betrand.
Dia juga secara khusus membantah tudingan bahwa Betrand menarik tangan perempuan yang melaporkannya.
"Yang pertama, dikatakan dalam press conference pelapor kemarin, bahwa klien kami menarik tangan, menarik tangan dari pelapor. Dan dengan tegas untuk itu kami bantah, bahwa hal tersebut tidak ada dan tidak benar," kata Joseph.
Bantah Pelecehan Seksual di Depan Toilet
Selain soal luka, pihak Betrand juga membantah tudingan kekerasan seksual yang terjadi di depan toilet kelab malam.
Joseph memastikan kliennya tidak pernah melakukan tindakan tersebut. Dia juga menegaskan Betrand tidak memiliki niat untuk melakukan pelecehan seksual terhadap pelapor.
"Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami. Tidak ada niat sedikit pun dari klien kami juga untuk melakukan hal itu," ujarnya.
Sementara itu, Betrand sendiri turut memberikan penjelasan mengenai apa yang dialaminya saat berada di lokasi. Dia mengatakan datang ke kelab malam setelah selesai menjalani syuting untuk karaoke bersama teman-temannya.
My Chef in Crime Tayang Hari Ini! Ada Roy Sungkono Jadi Chef, Sintya Marisca Jadi Detektif
Betrand mengaku baru menyadari keberadaan perempuan yang disebut sebagai pelapor ketika melihatnya menangis. Dia kemudian bertanya dengan baik mengenai alasan perempuan tersebut menangis.
"Pas dia sudah nangis, aku pun tanya, 'Kenapa nangisnya?' Aku tanya dengan baik-baik, pengin tahu dia itu alasan nangisnya kenapa," tutur Betrand.
Namun, menurut Betrand, pertanyaannya tidak mendapat jawaban. Tak lama kemudian, seorang perempuan lain disebut datang menghampirinya dan menarik baju serta tangannya.
Betrand mengaku tidak memberikan reaksi terhadap tindakan tersebut.
"Aku pun tidak bereaksi apa pun, aku cuma diam doang. Aku bilang sama dia, 'Kamu tanya sama teman kamu,' karena aku pun enggak dapat jawaban dari teman kamu," katanya.
Setelah itu, menurut Betrand, terjadi pertengkaran antara dua perempuan tersebut. Dia mengaku sempat berusaha melerai sebelum keributan tersebut dipisahkan petugas di lokasi.
Betrand kemudian kembali membantah tudingan pelecehan seksual yang diarahkan kepadanya.
"Untuk permasalahan yang dia bilang aku tuh tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali," tegasnya.
Polemik tersebut kini masih bergulir setelah Betrand dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Laporan tersebut diterima pada Sabtu (12/9/2026), dan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut.
Dengan demikian, dugaan mengenai penyebab luka yang disampaikan kuasa hukum Betrand merupakan versi dari pihak terlapor berdasarkan keterangan saksi yang mereka temui. Kebenaran mengenai kejadian tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan saksi, alat bukti, serta proses hukum yang sedang berjalan.










